Polisi mengungkapkan bahwa pesan suara bernada tantangan menjadi pemicu terjadinya duel berdarah yang menewaskan seorang warga negara Brunei Darussalam di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Peristiwa ini bermula dari kesalahpahaman antara tersangka MIA dengan salah satu saksi, yang kemudian melibatkan korban hingga terjadi adu mulut.
Motif dan Kronologi Kejadian
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa motif penganiayaan diduga karena tersangka tersulut emosi. Sebelum bertemu, korban mengirimkan pesan suara bernada tantangan berkelahi kepada tersangka. Saat keduanya bertemu di Blok M, suasana semakin memanas. Dalam kondisi diduga mabuk, MIA memukul kepala korban menggunakan tangan kanan yang memegang paper bag berisi botol minuman. Akibat pukulan tersebut, korban terjatuh dan kemudian dilarikan ke rumah sakit.
Kronologi Lengkap
Peristiwa terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 03.28 WIB di depan Restu Sport, Blok M Hub, Melawai, Kebayoran Baru. Korban MHF (30) sedang berada di lokasi ketika tersangka MIA (33) datang bersama rekannya menggunakan mobil. Pelaku turun sambil membawa paper bag hitam yang diduga berisi botol kaca. Terjadi cekcok di pintu masuk Blok M Hub yang berlanjut ke depan Restu Sport. Pelaku lalu memukul korban satu kali di kepala dengan paper bag berisi botol kaca hingga korban terjatuh.
Korban Meninggal Setelah Dirawat
Setelah kejadian, korban sempat dibawa ke RSPP untuk mendapatkan perawatan. Namun, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada 16 Mei 2026. Polisi berhasil menangkap tersangka MIA pada Senin, 25 Mei 2026, di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tersangka kini telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Pelaku diketahui merupakan seorang selebgram yang dikenal dengan nama Woodyrman. Kasus ini menjadi perhatian publik dan viral di media sosial. Polisi terus mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa ini.



