Kecelakaan maut terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 12.00 Wita. Sebuah mobil tangki yang dikemudikan oleh MI melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin. Di Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, kendaraan tersebut dilaporkan hilang kendali dan menabrak mobil pikap yang mengangkut sejumlah mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN). Para mahasiswa saat itu hendak menuju Sungai Alut untuk berlibur.
Kapolsek Mantewe AKP Kusnin menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa. Dari delapan orang yang terlibat, tujuh orang dinyatakan meninggal dunia dan satu orang selamat. Korban selamat adalah seorang mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dengan inisial MFH, yang kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Marina di Kabupaten Tanah Bumbu.
"Benar ada tujuh orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di jalan bypass Desa Gunung Raya Mantewe," ujar Kusnin saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8) sore. "Total ada delapan korban, tujuh meninggal termasuk sopir truk, dan satu selamat dari mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat inisial MFH," lanjutnya.
Deretan Nama Korban Jiwa
Kecelakaan ini merenggut nyawa sopir mobil tangki serta enam penumpang pikap. Berikut identitas para korban meninggal dunia:
- Sopir mobil tangki berinisial MI
- Mahasiswa ULM berinisial MR (20)
- Mahasiswa ULM berinisial ACG (21)
- Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel berinisial NIJ (22)
- Mahasiswa UNU Kalsel berinisial NAS (21)
- Mahasiswa UNU Kalsel berinisial VAS (22)
- Anggota karang taruna berinisial TMA (21)
Adapun pikap yang membawa para mahasiswa tersebut merupakan kendaraan milik Desa Irigasi Batulicin. Sebelum kecelakaan, rombongan mahasiswa KKN berencana menghabiskan waktu libur di Sungai Alut, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe.
Korban selamat, MFH, merupakan mahasiswa ULM. Ia menjadi satu-satunya penumpang pikap yang selamat dari kecelakaan tersebut dan dirujuk ke Rumah Sakit Marina. Tim medis masih melakukan perawatan intensif terhadapnya.
Pertamina Buka Suara
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan turut menanggapi peristiwa ini. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, memastikan bahwa mobil tangki yang terlibat kecelakaan bukan bagian dari armada operasional Pertamina. Kendaraan itu juga tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di Terminal Pertamina.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kendaraan tersebut. Proses penanganan dan penyelidikan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang," kata Edi dalam keterangan resminya, Minggu (2/8).
Pertamina Patra Niaga juga mencatat bahwa kejadian tersebut terjadi di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. Sementara itu, kepolisian menyebut lokasi persisnya berada di jalan alternatif Batulicin-Banjarbaru, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe. Kedua lokasi tersebut masih berada dalam wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Klarifikasi ini disampaikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran di masyarakat.
Pernyataan ini penting disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di lapangan. Pertamina juga mengimbau masyarakat agar mempercayakan proses hukum dan investigasi kepada pihak yang berwenang.
Belasungkawa untuk Para Korban
Edi Mangun menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. Ia berharap seluruh korban yang masih dalam perawatan dapat segera pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga korban yang menjalani perawatan segera pulih, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran," ujar Edi.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena melibatkan mahasiswa KKN yang sedang menjalankan pengabdian masyarakat. Sejumlah pihak berharap proses investigasi yang dilakukan kepolisian dapat berjalan transparan dan menyeluruh. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai penyebab pasti mobil tangki tersebut hilang kendali.



