Pasutri Lansia di Bengkalis Tewas, Rumah Dibakar Remaja karena Dendam
Pasutri Lansia Tewas, Rumah Dibakar Remaja karena Dendam

Pasutri Lansia di Riau Tewas Akibat Rumah Dibakar Remaja

Bengkalis - Sebuah tragedi memilukan terjadi di Desa Batang Duku, Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau. Pasangan suami istri lanjut usia (lansia) ditemukan tewas setelah rumah mereka dibakar oleh seorang remaja. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (27/5) dini hari dan mengejutkan warga setempat.

Korban tewas adalah Abdullah (81) dan Sakinah (74). Menurut Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Sakinah meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara suaminya sempat dilarikan ke RSUD Siak dalam kondisi luka bakar parah. Namun, Abdullah akhirnya meninggal dunia karena luka bakar mencapai 90 persen di tubuhnya.

Polisi segera melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa rumah pasutri lansia tersebut sengaja dibakar oleh sekelompok remaja. Polisi kemudian menetapkan seorang remaja berinisial S sebagai tersangka utama dalam kasus ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Dari pemeriksaan sementara, motif yang melatarbelakangi aksi pelaku S ini murni karena dendam. Jadi ada rasa sakit hati kepada pemilik rumah, masih kami dalami terus," kata Fahrian dalam keterangannya.

Rumah Papan Mudah Terbakar

Kapolres menjelaskan bahwa rumah korban terbuat dari bahan papan, sehingga api dengan cepat menyebar dan membakar seluruh bangunan. Hal ini menyebabkan kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri. Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi hanya bisa memadamkan sisa-sisa api.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi pembakaran tersebut. Masyarakat sekitar berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya yang telah merenggut nyawa dua orang lansia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga