Jakarta – Sebuah minibus Toyota Kijang bernomor polisi B 2756 GY ludes terbakar di Jalan Raya Tanjung Barat 6, RT.03/RW.04, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Minggu (26/7/2026) pagi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun pemilik kendaraan mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp35 juta.
Kronologi Kebakaran
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik setelah kendaraan selesai mengisi bahan bakar. "Setelah mengisi bahan bakar, mobil terjadi korsleting dan menyebabkan mengeluarkan asap dan api," ujar Asril dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Warga bernama Danang yang pertama kali melihat kepulan asap langsung menghubungi pusat kendali (sub CC) Gulkarmat. Laporan diterima pada pukul 10.03 WIB, dan petugas segera mengerahkan dua unit pompa pemadam serta delapan personel dari Pos Poltangan menuju lokasi.
Proses Pemadaman
Petugas tiba di tempat kejadian sekitar pukul 10.10 WIB. Proses pemadaman dimulai dua menit kemudian, pada pukul 10.12 WIB. Api berhasil dilokalisir pada pukul 10.16 WIB, diikuti pendinginan yang dimulai pukul 10.28 WIB. Operasi pemadaman selesai seluruhnya pada pukul 10.35 WIB, sekitar 32 menit setelah laporan pertama diterima.
"Awal pemadaman pukul 10.12 WIB, api dilokalisir pukul 10.16 WIB, awal pendinginan 10.28 WIB, dan selesai operasi pemadaman 10.35 WIB," jelas Asril.
Kerugian dan Imbauan
Meskipun tidak ada korban jiwa, kendaraan jenis minibus tersebut mengalami kerusakan total. Kerugian ditaksir mencapai Rp35 juta. "Taksiran kerugian sekitar Rp35.000.000," tandas Asril. Insiden ini menjadi pengingat bagi pengendara untuk selalu waspada terhadap risiko korsleting, terutama setelah mengisi bahan bakar. Petugas mengimbau agar pemilik kendaraan rutin memeriksa kondisi kelistrikan mobil untuk mencegah kejadian serupa.
Kebakaran mobil di area permukiman padat seperti Tanjung Barat menyadarkan pentingnya respons cepat dari petugas pemadam. Kejadian ini juga menekankan peran serta warga dalam melaporkan tanda-tanda bahaya sejak dini.



