Longsor Gunung Sampah Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Diduga Dipicu Hujan Lebat
Longsor Sampah Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Dipicu Hujan

Tragedi Longsor Gunungan Sampah di Bantargebang Tewaskan Empat Orang

Insiden longsor gunungan sampah yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat telah menelan korban jiwa. Empat orang dilaporkan tewas dan dua lainnya berhasil selamat dalam tragedi yang mengguncang kawasan pengolahan sampah terbesar di Jabodetabek tersebut.

Hujan Lebat Diduga Jadi Pemicu Utama

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa hujan lebat dengan durasi yang lama menjadi penyebab utama terjadinya longsor sampah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIB pada hari Minggu, 8 Maret 2026.

"Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa 5 unit truk sampah dan 1 warung di sekitar lokasi," jelas Isnawa Adji seperti dilansir dari Antara pada Senin, 9 Maret 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban dan Upaya Evakuasi

Berdasarkan data sementara, diperkirakan terdapat sepuluh orang yang tertimbun material longsor dengan rincian lima orang warga dan lima orang pengemudi truk sampah. Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi:

  1. Korban selamat:
    • Setiabudi (Laki-laki)
    • Jonan (Laki-laki)
  2. Korban meninggal dunia:
    • Enda Widayanti (Perempuan, 25 tahun) - pemilik warung
    • Sumine (Perempuan, 60 tahun) - pemilik warung
    • Dedi Sutrisno (Laki-laki) - sopir truk
    • Irwan Suprihatin (Laki-laki) - sopir truk

"Sementara empat orang sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan dua orang dalam keadaan selamat," tegas Isnawa Adji mengenai kondisi korban yang telah berhasil ditemukan.

Operasi Pencarian Masih Berlangsung

Tim SAR gabungan saat ini masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun material longsor. Operasi penyelamatan melibatkan 20 unit ekskavator untuk mengangkat material sampah yang menumpuk di lokasi kejadian.

Petugas di lapangan masih melakukan pendataan menyeluruh mengingat masih banyak kendaraan truk sampah dan warung yang tertimbun di area TPST Bantargebang. Kawasan pengolahan sampah yang menjadi tulang punggung penanganan limbah DKI Jakarta ini kini menjadi sorotan setelah tragedi memilukan ini terjadi.

Insiden longsor di TPST Bantargebang ini mengingatkan kembali akan pentingnya pengelolaan sampah yang aman dan berkelanjutan, terutama di fasilitas pengolahan sampah skala besar yang menampung ribuan ton sampah setiap harinya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga