Trump Tawarkan Rencana Gencatan Senjata 15 Poin kepada Iran Melalui Pakistan
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengajukan proposal gencatan senjata komprehensif kepada Iran dalam upaya mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Tawaran tersebut, yang terdiri dari 15 poin spesifik, disampaikan oleh Washington kepada Teheran dengan Pakistan bertindak sebagai perantara diplomatik.
Informasi mengenai proposal ini pertama kali diungkap oleh media terkemuka AS, New York Times, pada Rabu (25/3/2026), yang mengutip dua pejabat AS yang mengetahui detail rencana tersebut. Menurut laporan, Islamabad secara sukarela menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk negosiasi ulang antara kedua negara yang berseteru.
Kapal Induk Terbesar AS, USS Gerald R Ford, Tinggalkan Timur Tengah Usai Insiden Kebakaran
Kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald R Ford, yang dikenal sebagai kapal induk terbesar di dunia, telah menarik diri dari perairan Timur Tengah menyusul insiden kebakaran yang terjadi di area laundry kapal pada awal Maret 2026. Kapal tersebut dilaporkan telah tiba di salah satu pelabuhan di Pulau Kreta, Yunani, sebagai bagian dari penarikan sementara.
Media Bloomberg melaporkan bahwa penarikan ini terkait dengan operasi militer AS melawan Iran di kawasan tersebut. Namun, Washington sebelumnya menegaskan bahwa kebakaran itu tidak memiliki kaitan langsung dengan pertempuran melawan Iran, melainkan insiden internal yang memerlukan perbaikan.
Serangkaian Serangan Rudal Iran dan Respons Diplomatik dari Prancis
Di tengah ketegangan yang meningkat, Garda Revolusi Iran mengumumkan telah melancarkan rentetan serangan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di negara-negara Teluk seperti Kuwait, Yordania, dan Bahrain. Serangan ini, yang diumumkan oleh televisi pemerintah Iran IRIB, menargetkan apa yang mereka sebut "target di jantung wilayah pendudukan".
Merespons eskalasi ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan panggilan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, mendesaknya untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara di kawasan Teluk. Macron juga menekankan pentingnya negosiasi dengan itikad baik untuk meredakan ketegangan dan membahas program nuklir Iran.
Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Lintasi Selat Hormuz dengan Syarat Ketat
Dalam perkembangan terkait, misi diplomatik tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa kapal-kapal "non-musuh" diperbolehkan melintasi Selat Hormuz, asalkan tidak terlibat dalam tindakan agresi terhadap Teheran. Pernyataan ini disampaikan melalui media sosial X pada Selasa (24/3/2026), menegaskan bahwa perlintasan aman hanya dapat dilakukan dengan koordinasi penuh otoritas Iran.
Kebijakan ini muncul sebagai upaya Iran untuk menjaga stabilitas navigasi di selat strategis tersebut, sambil mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasionalnya di tengah tekanan internasional yang terus berlanjut.



