Gubernur Jateng Tinjau Langsung Lokasi Bencana Longsor di Banjarnegara
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hari ini melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Dalam kunjungannya, Luthfi memastikan bahwa hunian sementara bagi para korban akan siap digunakan dalam waktu tiga hari ke depan.
Puluhan Rumah Rusak dan Ratusan Warga Dievakuasi
Bencana tanah longsor dengan diameter mencapai sekitar 100 meter tersebut telah menyebabkan kerusakan parah pada puluhan rumah warga. Akibatnya, lebih dari 800 orang terpaksa dievakuasi ke berbagai titik pengungsian yang telah disiapkan. Gubernur Luthfi menegaskan bahwa seluruh warga Dusun Situkung saat ini berada dalam kondisi aman di tempat pengungsian.
"Hunian sementara sudah kita siapkan. Setelah itu baru hunian tetap, karena satu dusun terdampak. Ini bukan sekadar tempat tinggal, kebutuhan sandang, pangan, papan, dan pekerjaan warga harus dipikirkan bersama," ucap Luthfi dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 17 November 2025.
Prioritas Pencarian 26 Warga yang Masih Hilang
Sampai saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 26 warga yang belum diketahui keberadaannya pascabencana. Luthfi menyatakan bahwa pencarian korban menjadi prioritas utama penanganan bencana ini.
"Ada 26 warga yang masih belum ketemu. Ini menjadi prioritas untuk ditemukan. Besok pagi 500 personel kita kerahkan untuk melanjutkan pencarian," ungkap Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Dalam kesempatan peninjauan, Luthfi juga sempat bertemu dengan warga yang mengharapkan ibunya dapat segera ditemukan. Dia mengimbau agar semua warga tetap berada di tempat yang aman dan tidak kembali ke rumah karena kondisi tanah di area bencana masih labil dan berpotensi bergerak kembali.
Penanganan Terpadu Empat Klaster
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membagi penanganan bencana ini menjadi empat klaster terpadu untuk memastikan semua kebutuhan dasar warga terpenuhi. Keempat klaster tersebut meliputi:
- Klaster Pengungsian yang memastikan kebutuhan dasar warga di tempat pengungsian terpenuhi dengan baik.
- Klaster Logistik yang mengatur alur pasokan makanan dan kebutuhan pokok lainnya bagi para pengungsi.
- Klaster Kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan darurat kepada korban bencana.
- Klaster Pendidikan yang memastikan aktivitas belajar anak-anak dari tingkat SD, SMP, hingga SMA tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.
"Anak-anak tetap harus sekolah. Dinas Pendidikan sudah turun untuk memastikan kegiatan belajar tidak terhenti, meskipun sementara mereka berada di pengungsian," tegas Luthfi menutup penjelasannya.
Koordinasi Antar Lembaga dan Persiapan Masa Depan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, TNI, dan Polri saat ini masih terus melakukan pemetaan lokasi untuk hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana ini. Operasi SAR akan dilanjutkan esok pagi dengan pembagian sektor pencarian di RT 02 dan RT 03 Dusun Situkung.
BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan terus memperkuat upaya pencarian korban serta pemenuhan layanan dasar bagi warga terdampak. Di hadapan para pengungsi, Gubernur Luthfi menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Hingga laporan ini dibuat, tercatat sekitar 30 rumah mengalami kerusakan dan 886 warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kajian dari petugas menunjukkan bahwa area longsoran masih berpotensi bergerak, sehingga warga diimbau untuk tidak kembali ke lokasi bencana sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.