Tim penyelamat di Jepang terus berjuang menembus reruntuhan Aeon Mall di kota Kashima, Prefektur Kumamoto, setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa lalu. Hingga Kamis (30/7/2026), jumlah korban tewas resmi mencapai 28 orang, termasuk mereka yang kematiannya masih dalam penyelidikan terkait gempa, demikian disampaikan Juru Bicara Pemerintah Minoru Kihara dalam konferensi pers.
Ledakan di Mal dan Korban Jiwa
Sekitar 50 menit setelah gempa utama, sebuah ledakan besar mengguncang Aeon Mall, diduga disebabkan oleh kebocoran gas. Presiden operator Aeon Mall, Akio Yoshida, mengonfirmasi tiga orang tewas di lokasi, satu orang lagi dikhawatirkan tewas, dan tiga lainnya masih hilang. Eksekutif Aeon lainnya, Keiji Ohno, dalam konferensi pers sambil membungkuk meminta maaf, menyatakan bahwa penyebab ledakan masih diselidiki namun kemungkinan besar berasal dari gas.
Ledakan tersebut menambah daftar panjang kerusakan akibat gempa yang melanda Pulau Kyushu. Ribuan rumah rata, kebakaran terjadi di beberapa tempat, dan puluhan ribu penduduk kehilangan aliran listrik serta air bersih. Gempa susulan terus mengguncang wilayah tersebut sejak kejadian utama.
Operasi Pencarian dan Pengungsian
Menurut Minoru Kihara, sebanyak 130 polisi, 450 petugas pemadam kebakaran, dan 170 personel militer dikerahkan dalam operasi penyelamatan di Aeon Mall. Lebih dari 9.000 orang telah mengungsi di 506 tempat penampungan yang tersebar di tiga wilayah di Kyushu. Sementara itu, di pabrik Nippon Paper Industries di kota Yatsushiro, lima orang dipastikan tewas dan empat lainnya hilang akibat runtuhnya sebagian cerobong asap.
Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan bahwa kerusakan luas telah terkonfirmasi, termasuk korban jiwa, bangunan runtuh, kebakaran, dan kerusakan jalan. Otoritas Informasi Geospasial Jepang melaporkan bahwa permukaan tanah bergeser hingga 87 sentimeter akibat gempa tersebut, seperti diberitakan media Jiji Press.
Kesaksian Warga
Seorang warga setempat, Kanzo Matsumoto (73), menggambarkan gempa ini sebagai yang terkuat yang pernah ia alami seumur hidup. "Ini adalah gempa terkuat yang pernah saya alami," ujarnya. Wilayah Kumamoto sendiri pernah dilanda gempa kembar pada tahun 2016 yang menewaskan hampir 300 orang.
Operasi pencarian masih berlangsung intensif, terutama di reruntuhan Aeon Mall, dengan harapan menemukan korban yang mungkin masih selamat. Pemerintah Jepang terus memantau situasi dan menyediakan bantuan bagi para pengungsi.



