KNKT Investigasi Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, 7 Orang Tewas
KNKT Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi, 7 Tewas

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi mendalam terkait kecelakaan antara Kereta Api (KA) Jarak Jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden ini mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Kronologi Kecelakaan

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula dari adanya temperan taksi hijau di JPL 85 yang diduga mengganggu sistem perkeretaapian di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. "Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu," ujar Bobby dalam keterangan video dari Kementerian Perhubungan, Selasa (28/4/2026).

Bobby menambahkan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada KNKT untuk mencari tahu penyebab pasti kecelakaan. "Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta ini," sambungnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Evakuasi dan Korban

Proses evakuasi korban dilakukan dengan memotong rangkaian gerbong yang rusak. "Rangkaian dari Kereta Argo Bromo Anggrek telah kita lakukan pemotongan, sebagian dari rangkaian, mungkin setengahnya sudah kita tarik ke Bekasi," terang Bobby. Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, korban jiwa berasal dari penumpang KRL, tepatnya di gerbong terakhir. Berdasarkan data sementara, tercatat 7 orang meninggal dunia. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit rujukan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Pernyataan Menteri Perhubungan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam untuk korban meninggal. Ia juga berharap para korban luka segera diberi kesembuhan. Dudy menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada KNKT. "Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi, melihat secara obyektif penyebab kecelakaan," ujar Dudy di lokasi, Selasa dini hari (28/4/2026).

Dudy menambahkan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi KAI dan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan penumpang. "Kejadian kereta ini menjadi pelajaran yang sangat penting untuk bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, dan juga harus memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus juga yang paling utama memberikan keselamatan kepada penumpang," tuturnya.

Dampak: 13 Kereta Jarak Jauh Dibatalkan

Sebagai dampak kecelakaan, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dibatalkan pada Selasa (28/4/2026). Pembatalan ini dilakukan untuk mendukung proses evakuasi dan memastikan keselamatan perjalanan. Berikut daftar 13 kereta yang dibatalkan:

  • 117B KA Gunungjati Cirebon-Gambir
  • 56F-53F KA Purwojaya Cilacap - Gambir
  • 58F-59F KA Purwojaya Gambir-Cilacap
  • 143B KA Madiun Jaya Madiun-Pasarsenen
  • 17 KA Argo Sindoro Semarang Tawang-Gambir
  • 75B KA Mataram Solo Balapan-Pasarsenen
  • 163 KA Gumarang Surabaya Pasarturi-Pasarsenen
  • 149 KA Singasari Blitar-Pasarsenen
  • 94-91 KA Jayabaya Malang - Pasarsenen
  • 61B KA Manahan Solo Balapan-Gambir
  • 257 KA Progo Lempuyangan-Pasarsenen
  • 29F KA Argo Anjasmoro Surabaya Pasarturi-Gambir
  • 175 KA Menoreh Semarang Tawang-Pasarsenen

Pihak KAI menyatakan langkah ini diambil demi menjaga keselamatan operasional serta mempercepat penanganan di lokasi kejadian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga