Jakarta - Kepolisian melakukan penggeledahan di kafe de'Clan Signature yang terletak di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari penyidikan tiga kasus korupsi besar. Dalam operasi yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) malam, petugas membawa empat koper berisi barang bukti, mesin penghitung uang, dan sebuah brankas.
Empat Koper dan Brankas Diamankan
Pantauan di lokasi menunjukkan anggota Brimob telah berjaga sejak pukul 20.35 WIB. Penyidik membawa koper berwarna merah berukuran kecil, koper biru berukuran sedang, dan dua koper hitam masing-masing berukuran sedang dan besar. Koper hitam besar memiliki bobot berat sehingga harus diangkut oleh tiga orang penyidik. Selain itu, sebuah brankas juga dibawa menggunakan kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Sebelumnya, penyidik juga membawa boks berisi uang yang diangkut menggunakan mobil Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berwarna putih. Penggeledahan tidak hanya dilakukan di kafe tersebut, melainkan juga di money changer dan beberapa lokasi lain di hari yang sama.
Tiga Kasus Korupsi yang Diungkap
Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortas Tipikor) Polri, Inspektur Jenderal Totok Suharyanto, menjelaskan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari joint investigation antara Kortas Tipikor dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Ada tiga perkara yang tengah diusut, yaitu dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu blackout di Sumatera, kasus korupsi PT ASABRI periode 2020-2025, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel pada periode yang sama.
“Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025,” ujar Totok.
Atensi Presiden Prabowo
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengusutan kasus ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. “Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” kata Budi seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).
Budi menambahkan bahwa penggeledahan ini terkait dengan dugaan korupsi batu bara PLN yang menyebabkan blackout di Sumatera, kasus ASABRI, dan kasus Krakatau Steel. Tindak pidana yang disangkakan meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.
“Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel,” ujarnya.
Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mengungkap jaringan korupsi yang melibatkan sejumlah perusahaan BUMN dan lembaga negara. Sebelumnya, polisi juga memperluas penggeledahan kasus serupa ke wilayah Jawa Barat.



