Jakarta - Mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akan dimakamkan pada 9 Juli mendatang setelah tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel. Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan duka atas wafatnya Khamenei yang ditayangkan oleh televisi Iran.
Prosesi Pemakaman di Irak
Setelah prosesi besar-besaran di kota suci Qom, Iran, para pejabat dan politisi senior Irak menerima jenazah Khamenei pada Selasa (7/7) malam di bandara internasional Najaf di hadapan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Otoritas Irak telah mengumumkan hari Rabu (8/7) sebagai hari libur nasional, dengan upacara pemakaman Khamenei dimulai pukul 06.00 pagi (0300 GMT) di Najaf.
Pengamanan ketat diberlakukan saat kerumunan semakin membesar. Beberapa orang berdesak-desakan untuk menyentuh peti jenazah Khamenei saat diangkut di belakang truk menuju makam Imam Ali, menantu Nabi Muhammad dan Imam Syiah pertama. Di makam tersebut, puluhan ulama siap berdoa di atas peti jenazah Khamenei sebelum dibawa ke kota Karbala.
Pemakaman Terakhir di Mashhad
Prosesi pemakaman terakhir Khamenei akan berlangsung pada hari Kamis (9/7) di kota kelahirannya, Mashhad, di timur laut Iran. Iran sendiri sebelumnya menembakkan rudal ke fasilitas militer di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.
Pesan Duka dari Megawati
Megawati turut menyampaikan ucapan dukacita atas gugurnya Ali Khamenei. Megawati mengatakan kepergian Khamenei membuat rakyat Iran sangat kehilangan. "Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia," kata Megawati seperti dikutip dari video ucapan duka, Rabu (8/7).
Video ucapan duka itu dikirimkan kepada Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Ucapan duka dari Megawati telah ditayangkan oleh salah satu stasiun TV Iran. Iran sendiri sedang menggelar upacara pemakaman Khamenei.
Megawati: Khamenei Seorang Pejuang
Megawati mengatakan Khamenei bukan hanya pemimpin politik dan tokoh agama. Megawati menilai Khamenei adalah pejuang. "Bagi saya pribadi, sosok Ayatollah Ali Khamenei bukanlah sekadar pemimpin politik atau tokoh agama dari bangsa Iran yang dikenal sangat patriotik dan tidak pernah mengenal kata menyerah. Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno," ujarnya.
Megawati Mengenang Pertemuan dengan Khamenei
Megawati lalu mengenang pertemuannya dengan Khamenei. Megawati mengatakan Khamenei merupakan sosok yang lembut dan berkharisma. "Saya masih mengingat dengan jelas kunjungan resmi saya ke Teheran pada tahun 2004, ketika saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam pertemuan itulah saya berkesempatan bertatap muka langsung dengan beliau," katanya.
"Saat itu, saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam. Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip, sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya," sambungnya.
Pengakuan Khamenei terhadap Pancasila
Megawati mengingat penilaian Khamenei terhadap Pancasila dan semangat Bandung sebagai referensi penting dalam membangun visi Iran yang merdeka dan bermartabat. Megawati menilai hal itu merupakan pengakuan atas kedekatan sejarah antara bangsa Indonesia dan Iran. "Dalam kenangan indah terhadap beliau, saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak," ucap dia.
Doa untuk Almarhum dan Rakyat Iran
Megawati menutup ucapan dukanya dengan doa terhadap almarhum Khamenei dan rakyat Iran. Megawati berharap Khamenei mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. "Kepada keluarga besar Almarhum, para pemimpin dan ulama Iran, serta seluruh rakyat Iran, izinkan saya menyampaikan doa yang paling tulus. Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang melapangkan jalan bagi beliau, menerima seluruh amal perjuangannya, dan mengampuni segala kekhilafannya," ujarnya.



