Kementerian Perhubungan (Kemenhub) angkat bicara terkait kecelakaan antara Kereta Api Jarak Jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, yang menewaskan empat orang penumpang. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan mengutamakan keselamatan korban.
Evakuasi dan Pendataan Korban
Dudy Purwagandhi yang langsung memantau di lokasi menyatakan bahwa pendataan jumlah korban masih terus berlangsung. Kemenhub berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk mengoptimalkan evakuasi sesuai perkembangan di lapangan. Selain itu, Kemenhub mendukung investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mendalami penyebab insiden.
Kronologi Kecelakaan
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan penjelasan mengenai kecelakaan tersebut. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa KRL yang terlibat tabrakan sedang berhenti setelah ditabrak oleh sebuah taksi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) dekat Bulak Kapal. Akibatnya, laju KRL terhenti dan kemudian tertabrak oleh KA Argo Bromo dari belakang.
Proses evakuasi korban masih berlangsung dengan fokus pada gerbong wanita yang mengalami kerusakan parah. Petugas di lapangan sempat berteriak meminta oksigen dan tandu untuk membantu korban yang terjepit. Kemenhub berjanji akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan penanganan di lokasi.



