Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Tol Cipali, Sopir Tewas dan Puluhan Luka
Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Cipali, Sopir Tewas

Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Tol Cipali, Sopir Tewas dan Puluhan Penumpang Luka

Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan satu unit bus pariwisata terjadi di ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 78A, wilayah Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Senin (16/2/2026) dini hari. Insiden ini berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB dan mengakibatkan konsekuensi tragis, dengan sopir bus meninggal dunia di tempat kejadian, sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras yang terjadi.

Kronologi Kecelakaan yang Mengguncang

Bus pariwisata bernomor polisi A 7709 B tersebut diketahui membawa rombongan wisata sebanyak 65 orang asal Cilegon, Banten, yang hendak menuju kawasan Ciater, Subang, untuk tujuan rekreasi. Menurut keterangan dari Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Enggar Jati Nugroho, kecelakaan bermula saat bus melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon dalam perjalanan malam itu.

Setibanya di lokasi kejadian di KM 78A, bus diduga menabrak bagian belakang sebuah truk yang melaju searah di depannya. Tabrakan ini terjadi dengan kekuatan yang signifikan, menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan bus dan mengakibatkan korban jiwa serta cedera pada banyak penumpang.

Dampak dan Respons Awal

Insiden ini menimbulkan kepiluan mendalam, dengan sopir bus yang tewas di lokasi menjadi korban pertama yang dikonfirmasi. Sementara itu, puluhan penumpang yang terluka segera mendapat pertolongan medis dari tim penyelamat yang tiba di tempat kejadian. Kondisi lalu lintas di ruas tol tersebut sempat terganggu akibat kecelakaan, meskipun upaya penanganan dilakukan dengan cepat untuk mengamankan area.

Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan, termasuk faktor seperti kecepatan kendaraan, kondisi jalan, atau kemungkinan pelanggaran lalu lintas lainnya. Kasus ini menyoroti pentingnya keselamatan berkendara, terutama pada jam-jam dini hari ketika visibilitas mungkin terbatas dan kelelahan pengemudi bisa menjadi risiko.