Kebakaran tumpukan sampah di Kramat Jati, Jakarta Timur, memasuki hari kedua dan masih belum padam hingga Minggu (2/8/2026) sore. Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada Sabtu (1/8/2026) dan telah berlangsung lebih dari 30 jam. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menyatakan bahwa petugas masih bekerja keras untuk mendinginkan area yang terbakar.
"Sampai saat ini kami masih berupaya memadamkannya. Pemadaman dibantu Dinas SDA dengan unit backhoe untuk mengurai titik api di bawah tumpukan sampah," kata Bayu saat dikonfirmasi pada Minggu (2/8/2026). Ia membenarkan bahwa api masih menyala dan proses pemadaman telah berlangsung lebih dari 30 jam. "Iya, sudah lebih dari 30 jam," ujarnya.
Pemadaman Berlangsung Lebih Dari 30 Jam
Kebakaran tumpukan sampah seperti ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan kebakaran bangunan. Titik api tidak hanya berada di permukaan, melainkan juga jauh di dalam lapisan sampah. Hal ini membuat upaya penyiraman air dari atas menjadi kurang efektif. Bayu menjelaskan bahwa diperlukan pembongkaran tumpukan untuk menjangkau sumber api.
"Kedalaman lokasi yang dikeruk dan menimbulkan asap cukup dalam," ucap Bayu. Penguraian menggunakan alat berat backhoe dari Dinas SDA DKI Jakarta dikerahkan untuk membongkar lapisan sampah. Alat berat ini mengangkat sampah dari atas dan membaliknya, sehingga petugas bisa menyiram titik api yang selama ini tersembunyi.
Titik Api di Bawah Tumpukan Sampah
Proses ini membutuhkan kerja sama antara petugas pemadam dan operator alat berat. Setiap kali backhoe mengangkat sampah, regu pemadam langsung menyemprotkan air ke celah-celah yang terbuka. Setelah area dianggap aman, alat berat kembali bergerak ke titik lain. Dengan cara ini, pemadaman dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.
Untuk mempercepat penanganan, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 50 personel dan 10 unit armada pemadam ke lokasi. Personel tersebut terbagi dalam beberapa regu dan bertugas secara bergantian selama 24 jam. Selain itu, Dinas SDA juga menurunkan alat berat beserta operatornya untuk mendukung upaya pemadaman.
50 Personel dan 10 Unit Armada Dikerahkan
Bayu menambahkan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. "Penyebab masih dalam penyelidikan," katanya. Tim investigasi akan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi di lapangan. Mereka akan mendalami apakah api berasal dari pembakaran sampah yang tidak terkontrol, puntung rokok, atau faktor lain.
Penyebab Masih Diselidiki
Sampai berita ini diturunkan, asap tebal masih membubung dari lokasi kebakaran. Warga yang tinggal di sekitar Kramat Jati diimbau untuk tidak mendekati area yang terbakar. Paparan asap dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit paru.
Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu percikan api di dekat lokasi. Langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas ke permukiman padat penduduk. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
Warga Diimbau Waspadai Asap
Upaya pemadaman ditargetkan dapat selesai dalam waktu dekat, meskipun kedalaman titik api menjadi tantangan tersendiri. Bayu menyatakan bahwa seluruh personel akan terus berada di lapangan sampai api benar-benar padam. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Dinas SDA dan instansi lain yang membantu memperlancar proses penguraian sampah.
Kebakaran tumpukan sampah di Kramat Jati menjadi perhatian karena lokasinya yang berada di kawasan padat penduduk. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik untuk mencegah potensi kebakaran. Dengan koordinasi yang ketat antara berbagai pihak, diharapkan kobaran api di Kramat Jati dapat segera dipadamkan dan situasi kembali kondusif.



