Curi HP dan Dompet, Pengamen Badut Keliling Ditangkap Polisi di Bogor
Curi HP dan Dompet, Pengamen Badut Ditangkap Polisi Bogor

Curi HP dan Dompet Warga di Bogor, Pengamen Badut Keliling Ditangkap Polisi

Seorang pengamen yang biasa mangkal dengan kostum badut keliling harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah kedapatan mencuri telepon genggam dan dompet milik warga. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Aksi pencurian itu dilancarkan pada malam takbir Idul Adha, tepatnya pada Selasa, 26 Mei 2026.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengungkapkan bahwa korban adalah seorang pedagang yang saat itu sedang membereskan dagangannya. Korban meninggalkan dompet berisi handphone dan sejumlah uang di dashboard sepeda motor miliknya.

“Jadi gini, itu kejadiannya di malam takbiran tanggal 26 (Mei). Si korban dia berjualan di daerah situ. Begitu beres-beres lagi jualan, dompetnya ditinggal di dashboard motor isinya HP (handphone) dan uang,” kata Edison pada Jumat, 29 Mei 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelaku saat itu tengah bersiap untuk mengamen dan belum menggunakan kostum badutnya. Melihat ada kesempatan, ia langsung mengambil barang-barang tersebut dan melarikan diri dengan sepeda motor.

“Diambil waktu itu dia (pelaku) mau persiapan ngamen, belum pakai kostum. Diambil lalu pergi. Diketahui oleh karyawan korban, kabur dia bawa motor si pelaku,” jelas Edison.

Korban tidak tinggal diam. Dengan bantuan aplikasi pelacak, ia berhasil melacak keberadaan ponselnya hingga ke wilayah Bekasi. Korban kemudian mendatangi lokasi dan menemui ketua RT setempat serta komunitas pengamen. Mereka diminta untuk melaporkan jika mengetahui keberadaan pelaku.

“Kemarin dikabarin sama temannya, ini ada yang ambil HP. Ditangkap, dibawa ke lokasi karena ada kejadian sebelumnya dia nabrak waktu kabur. Tapi tadi malam dicek ternyata tidak ada,” jelas Edison.

Pelaku tidak bisa mengelak setelah ditangkap bersama barang bukti. Kini ia telah dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kemudian dibawa oleh kepolisian, saya ke sana dibawa ke Polsek, kerugiannya HP dan uang,” pungkas Edison.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga