Banjir Meluas di Serang, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Hujan Lebat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang melaporkan bahwa banjir telah menjangkau 20 titik berbeda di wilayah tersebut, dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung sejak Minggu dini hari (8/3/2026). Cuaca ekstrem ini diperparah oleh luapan air sungai dan sistem drainase yang tidak berfungsi optimal, menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, pada Senin (9/3/2026).
Dampak Parah pada Permukiman dan Fasilitas Umum
Data terbaru dari BPBD Kota Serang per pukul 08.30 WIB menunjukkan bahwa total warga terdampak mencapai 2.223 kepala keluarga atau setara dengan 6.763 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 528 rumah terendam air, sementara empat rumah lainnya mengalami kerusakan serius akibat bencana ini.
Kecamatan Kasemen menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan 14 titik banjir tercatat. Di Lingkungan Manggerong, Kelurahan Sawah Luhur, ketinggian air sempat mencapai 100 cm atau satu meter, memaksa 22 kepala keluarga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Selain itu, banjir juga melanda Kecamatan Serang di beberapa lokasi, termasuk Lingkungan Kebaharan Masjid, Lingkungan Domba di Kelurahan Lopang, dan Perum BIP di Kelurahan Unyur. Meskipun air di sebagian besar area ini telah surut, dampaknya masih terasa oleh warga setempat.
Upaya Penanggulangan dan Bantuan dari BPBD
Diat Hermawan menjelaskan bahwa personel dan peralatan telah dikerahkan ke lokasi-lokasi kritis sejak awal kejadian banjir. Beberapa upaya yang dilakukan termasuk evakuasi warga di titik banjir yang dalam, khususnya di wilayah Kasemen, serta pendirian tenda pengungsian untuk memfasilitasi 84 jiwa yang masih mengungsi.
"Kami juga melakukan monitoring kontinu melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Call Center BPBD untuk memastikan respons yang cepat terhadap perkembangan situasi," kata Diat.
Fasilitas umum seperti Puskesmas Kasemen dan Pondok Pesantren Mirbath Syaja'ah Al Akhyar juga dilaporkan terdampak luapan air, menambah daftar kerusakan akibat bencana ini.
Kondisi di Kecamatan Lainnya
Di Kecamatan Cipocok Jaya, banjir masih menggenangi Kompleks Grand Sutera di Kelurahan Panancangan, dengan dampak yang mencapai 1.950 jiwa. Sementara itu, di Kecamatan Walantaka, genangan setinggi 20 cm masih terpantau di Perum Persada Banten, menunjukkan bahwa banjir belum sepenuhnya surut di beberapa area.
BPBD Kota Serang terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada warga terdampak, dengan harapan dapat mengurangi penderitaan dan mempercepat pemulihan pasca-bencana.



