Banjir Jakarta: 15 RT dan 2 Ruas Jalan Masih Terendam Siang Ini
Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak tanggal 7 hingga 8 Maret 2026 masih menyisakan sejumlah titik banjir dan genangan air hingga Senin, 9 Maret 2026 siang. Kondisi ini mengakibatkan gangguan pada aktivitas warga dan infrastruktur jalan di ibu kota.
Data Terkini dari BPBD DKI Jakarta
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 15 rukun tetangga (RT) dan dua ruas jalan di Jakarta masih tergenang air. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengonfirmasi hal ini dalam keterangan tertulisnya pada hari yang sama.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 15 RT dan 2 jalan tergenang," ujar Isnawa. Ia menambahkan bahwa tim BPBD terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan.
Upaya Penanganan yang Dilakukan
Sebagai respons terhadap kondisi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personelnya untuk memonitor genangan di setiap wilayah. Koordinasi intensif dilakukan dengan unsur-unsur seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).
Upaya yang dilakukan meliputi:
- Penyedotan genangan air di titik-titik yang terdampak.
- Memastikan fungsi tali-tali air berjalan dengan baik untuk mencegah luapan lebih lanjut.
- Menyiapkan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak banjir, bekerja sama dengan para lurah dan camat setempat.
BPBD menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, warga dapat menghubungi nomor telepon 112, yang beroperasi 24 jam non-stop secara gratis.
Rincian Wilayah Terdampak
Data wilayah terdampak menunjukkan bahwa Jakarta Barat menjadi area dengan genangan terbanyak. Berikut adalah rinciannya:
- Kelurahan Duri Kosambi: 3 RT dengan ketinggian air 50 cm, disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Semanan.
- Kelurahan Rawa Buaya: 7 RT dengan ketinggian air 50 cm, akibat curah hujan tinggi.
- Kelurahan Jelambar: 1 RT dengan ketinggian air 30 cm, karena curah hujan tinggi dan luapan Kali Grogol.
- Kelurahan Kembangan Selatan: 2 RT dengan ketinggian air 50 cm, disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Bendungan Kali Pelopor.
- Kelurahan Kembangan Utara: 2 RT dengan ketinggian air 70 cm, akibat curah hujan tinggi dan luapan.
Adapun ruas jalan yang tergenang meliputi Jalan Kapuk Muara Raya di Kelurahan Kapuk Muara dan area Lampu Merah Luar Kembangan Raya di Kelurahan Kembangan Selatan. Ketinggian genangan di jalan-jalan ini berkisar antara 15 hingga 50 cm, dengan penyebab utama adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke.
Perbandingan dengan Data Sebelumnya
Sebelumnya, pada Rabu, 29 Januari 2024 pukul 20.00 WIB, BPBD Jakarta melaporkan masih ada 33 RT di Jakarta Barat, 1 RT di Jakarta Utara, dan 1 RT di Jakarta Timur yang tergenang air. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah titik genangan telah berkurang, banjir tetap menjadi tantangan berulang di ibu kota, terutama selama musim hujan.
Dengan upaya penanganan yang terus dilakukan, diharapkan kondisi dapat segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana alam seperti banjir di Jakarta.



