Banjir di Jakarta Selatan Surut Setelah Sempat Capai Ketinggian 180 Cm
Banjir di Jaksel Surut Setelah Capai 180 Cm

Banjir di Jakarta Selatan Mulai Surut Setelah Sempat Capai Ketinggian 180 Cm

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan melaporkan bahwa banjir telah merendam sejumlah wilayah di Jakarta Selatan, dengan ketinggian air sempat mencapai 180 sentimeter di kawasan Pejaten Timur. Kejadian ini terjadi akibat luapan Kali Ciliwung yang dipicu oleh kenaikan status di Bendung Katulampa dan Pos Pantau Depok.

Dampak dan Kronologi Banjir

Menurut Kasatgas BPBD Jakarta Selatan, Sukendar, genangan air terjadi di beberapa lokasi, termasuk Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, serta Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran. Di Pejaten Timur, banjir mulai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dengan ketinggian awal 50 cm, kemudian meningkat drastis hingga mencapai puncaknya 180 cm pada pukul 04.50 WIB.

Air mulai berangsur surut sejak pukul 06.10 WIB dan tersisa sekitar 20 cm pada pukul 09.40 WIB. Secara keseluruhan, ratusan kepala keluarga terdampak di wilayah Pejaten Timur, yang tersebar di beberapa RT di RW 007 dan RW 008. Namun, warga masih bertahan di rumah mereka masing-masing dan tidak ada yang mengungsi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Jumlah pengungsi nihil dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ungkap Sukendar, menegaskan bahwa situasi masih terkendali meskipun banjir cukup parah.

Wilayah Lain yang Terdampak

Sementara itu, di kawasan Gang Langgar, Rawajati, banjir terjadi sejak pukul 04.00 WIB dengan ketinggian awal 30 cm. Tinggi air sempat mencapai 80 cm sebelum berangsur surut di beberapa titik. BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak enam RT di Jakarta Selatan dilanda banjir pada Senin pagi pukul 08.00 WIB, menunjukkan skala kejadian yang cukup luas.

Penyebab dan Upaya Penanganan

Banjir tersebut dipicu oleh kenaikan status Bendung Katulampa menjadi siaga 3 dengan tinggi muka air 105 cm serta Pos Pantau Depok yang mencapai siaga 2 dengan tinggi muka air 280 cm. Hal ini menyebabkan Kali Ciliwung meluap hingga ke permukiman warga, mengakibatkan genangan di berbagai titik.

Sejumlah upaya penanganan telah dilakukan oleh petugas, antara lain memasang jalur evakuasi dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Saat ini, kondisi di wilayah terdampak telah berangsur normal seiring surutnya air, meskipun pemantauan terus dilakukan untuk mencegah kemungkinan banjir susulan.

Insiden ini mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah Jakarta, terutama di musim hujan. BPBD terus memantau perkembangan dan siap memberikan respons cepat jika diperlukan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga