Badai Nils Tewaskan Tiga Orang di Prancis dan Spanyol, Ribuan Tanpa Listrik
Sedikitnya tiga orang tewas akibat serangkaian insiden yang dipicu oleh badai dahsyat yang menerjang wilayah Prancis dan Spanyol. Badai yang dinamai Nils oleh otoritas Prancis ini menyebabkan kerusakan parah, termasuk pohon tumbang, banjir di jalanan, dan pemadaman listrik yang mempengaruhi ribuan rumah tangga.
Dampak Parah di Prancis dan Spanyol
Angin kencang dan hujan deras yang dibawa badai Nils memaksa pembatalan banyak penerbangan, layanan kereta api, dan kapal feri sepanjang Kamis (12/2/2026) waktu setempat. Kekacauan terjadi di ruas jalanan di Prancis bagian selatan, Spanyol bagian utara, dan sebagian wilayah Portugal.
Di Spanyol, seorang wanita dilaporkan tewas setelah atap gudang industri ambruk dan menimpanya. Sementara di Prancis, dua korban tewas lainnya dikonfirmasi oleh pejabat setempat pada Jumat (13/2). Satu orang tewas setelah jatuh dari tangga di kebun mereka, dan seorang sopir truk tewas akibat pohon tumbang yang menembus kaca depan kendaraannya.
Kerusakan Infrastruktur dan Upaya Pemulihan
Puluhan orang mengalami luka-luka dalam berbagai insiden terkait cuaca buruk di Spanyol. Di Portugal, sebuah jembatan ambruk sebagian akibat banjir yang dipicu badai. Prakirawan cuaca Prancis menggambarkan badai Nils sebagai sangat kuat, dengan dampak yang meluas.
Distributor listrik Prancis, Enedis, mengerahkan sekitar 3.000 pekerja untuk memulihkan aliran listrik ke rumah-rumah warga. Enedis telah memulihkan layanan ke 50 persen dari 900.000 pelanggan yang mengalami pemadaman listrik, menurut pernyataan resmi pada pukul 06.00 waktu setempat. Namun, banjir mempersulit upaya perbaikan karena lahan tergenang air dan beberapa jalan terblokir, seperti diungkapkan Direktur Enedis, Herve Champenois, dalam konferensi pers.
Kesaksian Warga dan Pergerakan Badai
Warga di Prancis bagian selatan terkejut dengan dahsyatnya dampak badai Nils. Saya tidak pernah melihat yang seperti ini. Pohon hampir tumbang menimpa mobil saya -- dua detik lagi dan itu akan terjadi, kata Ingrid, seorang pemilik toko bunga di kota Perpignan.
Menurut prakirawan cuaca setempat, badai telah bergerak ke timur menjauh dari wilayah Prancis sepanjang Kamis, meskipun beberapa area masih dalam status waspada banjir. Insiden ini menyoroti kerentanan wilayah Eropa barat daya terhadap cuaca ekstrem dan pentingnya kesiapsiagaan bencana.