Israel kembali menjadi sorotan dunia akibat perlakuan tidak manusiawi terhadap ratusan aktivis yang ditangkap. Kali ini, tentara Israel menangkap para aktivis Global Sumud Flotilla yang hendak menuju Gaza. Kapal mereka disergap dan dibawa ke pelabuhan Israel.
Perlakuan Tidak Manusiawi
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang menunjukkan para aktivis dalam keadaan berlutut dengan dahi di lantai dan tangan diikat tali. Unggahan tersebut diberi keterangan "Selamat datang di Israel" dan diiringi lagu kebangsaan Israel. Tindakan ini memicu kemarahan global.
Kecaman dari Berbagai Negara
- Italia: Perdana Menteri Giorgia Meloni menyebut gambar tersebut tidak dapat diterima dan melanggar martabat manusia.
- Jerman: Duta Besar Steffen Seibert mengecam tindakan itu sebagai sangat tidak bisa diterima.
- Prancis: Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot memanggil duta besar Israel dan mengecam tindakan Ben-Gvir.
- Belanda: Menteri Luar Negeri Tom Berendsen akan memanggil duta besar Israel untuk membahas perlakuan tersebut.
- Inggris: Menteri Luar Negeri Yvette Cooper menyatakan sangat terkejut dan meminta penjelasan dari Israel.
- Turki: Kementerian Luar Negeri menyebut Ben-Gvr menunjukkan mentalitas kekerasan dan barbar.
- Kanada: Menteri Luar Negeri Anita Anand akan memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes.
- AS: Utusan Mike Huckabee mengecam tindakan Ben-Gvir sebagai memalukan.
- Uni Eropa: Komisioner Hadja Lahbib menegaskan bahwa tak seorang pun seharusnya dihukum karena membela kemanusiaan.
Reaksi Hamas dan Netanyahu
Hamas mengecam rekaman tersebut sebagai bukti kerusakan moral para pemimpin Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkritik langkah Ben-Gvir, menyebutnya tidak sesuai dengan nilai-nilai Israel. Netanyahu menginstruksikan deportasi para aktivis, yang kemudian tiba di Istanbul, Turki.



