15 Negara Bagian AS Gugat Trump Soal Kebijakan Vaksin Anak yang Dianggap Abaikan Sains
Sebanyak 15 negara bagian Amerika Serikat yang dikuasai oleh Partai Demokrat secara resmi menggugat pemerintahan Presiden Donald Trump terkait reformasi kebijakan vaksinasi untuk anak-anak. Gugatan hukum ini diajukan sebagai bentuk protes terhadap pengurangan jumlah vaksin anak yang direkomendasikan secara universal, yang dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip ilmiah yang telah mapan.
Reformasi Kebijakan yang Kontroversial
Reformasi kebijakan vaksin yang diumumkan oleh Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS pada Januari 2026 tidak lagi merekomendasikan agar setiap anak menerima imunisasi untuk beberapa penyakit penting. Penyakit-penyakit yang terdampak antara lain rotavirus, influenza, dan COVID-19. Sebagai gantinya, tujuh vaksin yang sebelumnya wajib diberikan secara universal kini hanya direkomendasikan untuk anak-anak yang dikategorikan berisiko tinggi.
Langkah kebijakan ini dianggap membalikkan rekomendasi berbasis sains yang telah diterapkan selama bertahun-tahun dan terbukti efektif mengurangi penyebaran penyakit melalui program imunisasi rutin. Pergeseran kebijakan ini memicu kekhawatiran yang luas di kalangan komunitas medis dan pakar kesehatan masyarakat.
Peran RFK Jr yang Dipertanyakan
Kebijakan kontroversial ini menuai kritikan tajam, terutama karena Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS dipimpin oleh Robert F. Kennedy Jr. (RFK Jr.), yang dikenal sebagai sosok skeptis vaksin sejak lama. Dalam dokumen gugatan, RFK Jr. disebut sebagai tergugat bersama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) serta departemen yang dipimpinnya.
"Menteri RFK Jr. dan CDC mengabaikan penelitian ilmiah selama puluhan tahun, mengabaikan para ahli medis kredibel, dan mengancam akan membebani sumber daya negara serta membuat anak-anak Amerika semakin sakit," tegas Jaksa Agung California, Rob Bonta, yang memimpin gugatan tersebut bersama rekannya dari negara bagian Arizona.
Daftar Negara Bagian Penggugat dan Vaksin yang Terdampak
Negara bagian lain yang bergabung dalam gugatan ini antara lain California, Colorado, Michigan, New Jersey, dan Wisconsin. Selain vaksin untuk rotavirus, influenza, dan COVID-19, beberapa vaksin lainnya juga dicabut dari status rekomendasi universal, termasuk:
- Vaksin untuk hepatitis A
- Vaksin penyakit meningokokus
- Vaksin virus sinsitial pernapasan (RSV)
- Vaksin virus hepatitis B yang sangat menular
Pembenaran Pemerintahan Trump dan Kritik Pakar
Pemerintahan Trump membenarkan kebijakan ini dengan alasan penyelarasan kebijakan vaksinasi AS dengan negara-negara lain, menggunakan Denmark sebagai contoh utama. Namun, para pakar kesehatan dengan tegas menyanggah pembenaran ini.
Beberapa ahli menilai Denmark merupakan negara kecil dan homogen dengan prevalensi penyakit yang rendah serta sistem perawatan kesehatan terpusat yang menjamin akses universal bagi seluruh warganya. Kondisi ini sangat berbeda dengan situasi di Amerika Serikat.
"Meniru sistem vaksinasi Denmark tanpa meniru sistem perawatan kesehatan Denmark tidak memberikan lebih banyak pilihan kepada keluarga-keluarga — itu hanya membuat anak-anak tidak terlindungi dari penyakit-penyakit serius," tegas Jaksa Agung Arizona, Kris Mayes, dalam konferensi pers yang membahas gugatan tersebut.
Perbedaan Sistem Kesehatan yang Mendasar
Sistem perawatan kesehatan di Amerika Serikat sebagian besar bersifat privatisasi dan kurang komprehensif dibandingkan dengan sistem yang berlaku di Eropa utara. Kondisi ini telah menyebabkan jutaan warga AS tidak memiliki asuransi kesehatan yang memadai. Para penggugat berargumen bahwa menerapkan kebijakan vaksinasi ala Denmark tanpa menyediakan sistem pendukung kesehatan yang setara justru akan membahayakan kesehatan anak-anak Amerika.
Gugatan ini menandai eskalasi ketegangan politik antara negara bagian yang dikuasai Partai Demokrat dengan pemerintahan federal Trump dalam isu kesehatan masyarakat yang fundamental. Para penggugat menuntut agar kebijakan vaksinasi yang berbasis sains dan telah teruji selama puluhan tahun dikembalikan untuk melindungi generasi muda Amerika dari ancaman penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.