Hoaks Aphelion Sebabkan Suhu Dingin di Indonesia Awal Juli 2026
Hoaks Aphelion Sebabkan Suhu Dingin Awal Juli 2026

Di media sosial beredar narasi yang mengaitkan fenomena Aphelion dengan suhu dingin di sebagian wilayah Indonesia pada awal Juli 2026. Aphelion adalah fenomena ketika Matahari berada di titik terjauh dari Bumi. Narasi tersebut mengklaim bahwa posisi Matahari yang jauh membuat suhu Bumi menjadi lebih dingin. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut adalah hoaks.

Narasi yang Beredar

Narasi yang mengeklaim Aphelion sebagai penyebab suhu dingin pada awal Juli 2026 dibagikan oleh beberapa akun Facebook. Akun-akun tersebut menyebarkan informasi yang menyesatkan dengan mengaitkan fenomena astronomi biasa dengan perubahan suhu yang drastis. Padahal, fenomena Aphelion terjadi setiap tahun dan tidak berdampak signifikan terhadap suhu Bumi secara global maupun di Indonesia.

Penjelasan Ilmiah

Para ahli astronomi menjelaskan bahwa Aphelion adalah bagian dari orbit elips Bumi mengelilingi Matahari. Jarak Bumi-Matahari saat Aphelion sekitar 152,1 juta kilometer, lebih jauh sekitar 5 juta kilometer dibandingkan saat Perihelion (titik terdekat). Meskipun ada perbedaan jarak, efeknya terhadap suhu sangat kecil dan tidak cukup untuk menyebabkan cuaca dingin yang ekstrem. Faktor utama yang memengaruhi suhu dingin di Indonesia adalah angin muson, tutupan awan, dan tekanan udara, bukan Aphelion.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kesimpulan Cek Fakta

Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa klaim yang mengaitkan Aphelion dengan suhu dingin di Indonesia adalah hoaks. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar tanpa verifikasi. Selalu periksa fakta dari sumber terpercaya sebelum menyebarkan informasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga