Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dapur Satuan Pemenuhan Pangan Gizi (SPPG) Bubutan Tembok Dukuh pun ditutup sementara akibat insiden tersebut.
Insiden Pertama di Surabaya
Wakil Koordinator Regional Jawa Timur Badan Gizi Nasional (BGN), Teguh Bayu Wibowo, menyatakan bahwa kasus ini merupakan insiden pertama yang melibatkan SPPG bermasalah di Surabaya sejak program MBG diluncurkan.
"Dari informasi yang sudah ada, kami langsung ke sini untuk menindaklanjuti dan melakukan evaluasi. Kami mengarahkan penghentian distribusi sementara, sesuai penjelasan dari Kepala SPPG Bubutan Tembok Dukuh," ujar Teguh kepada wartawan di lokasi dapur SPPG, Selasa (12/5/2026).
Teguh menambahkan, sebelumnya belum pernah terjadi kasus serupa di Surabaya. "Baru satu SPPG yang bermasalah," katanya.
Operasional Dihentikan Sementara
Operasional dapur SPPG Bubutan Tembok Dukuh saat ini dihentikan sementara sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.
"Kami akan evaluasi terlebih dahulu, kami tindak lanjuti, setelah itu dapur ini masih kami tutup sementara waktu," jelas Teguh.
Gejala Keracunan Massal
Sebelumnya, para siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu daging olahan krengsengan yang diproduksi oleh SPPG Bubutan Tembok Dukuh pada Senin (11/5/2026). Sebagian siswa bahkan harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak terkait untuk memastikan keamanan pangan dalam program MBG ke depannya.



