Waspada Banjir Rob Mengancam Pesisir Jakarta pada Awal April 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan resmi mengenai potensi banjir rob yang diperkirakan melanda wilayah pesisir utara Jakarta dalam periode 5 hingga 9 April 2026. Peringatan ini didasarkan pada data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipantau melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok.
Fenomena Pasang Maksimum dan Waktu Puncak
Menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, potensi banjir rob ini dipicu oleh fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama. Kombinasi ini berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut secara signifikan, sehingga memicu genangan di area pesisir.
"Puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 23.00 hingga 02.00 WIB," jelas Isnawa dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (5/4/2026). Ia menekankan bahwa masyarakat di kawasan pesisir harus meningkatkan kewaspadaan, terutama selama jam-jam kritis tersebut.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
BPBD mengidentifikasi setidaknya 11 kelurahan di Jakarta Utara yang berisiko tinggi terdampak banjir rob. Kelurahan-kelurahan tersebut meliputi:
- Kamal Muara
- Kapuk Muara
- Penjaringan
- Pluit
- Ancol
- Kamal
- Marunda
- Cilincing
- Kalibaru
- Muara Angke
- Tanjung Priok
Selain itu, seluruh wilayah di Kabupaten Kepulauan Seribu juga berpotensi mengalami rob selama periode yang sama. Isnawa mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di area pesisir saat pasang tinggi dan memastikan sistem drainase lingkungan berfungsi optimal untuk mencegah genangan meluas.
Faktor Tambahan dan Imbauan Keselamatan
Potensi banjir rob kali ini diperparah oleh kondisi infrastruktur yang menua, seperti kebocoran dan rembesan pada tanggul laut di Muara Baru akibat korosi dan usia yang sudah tua. Hal ini dapat memperburuk dampak genangan air laut.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk senantiasa memantau informasi terkini melalui kanal resmi mereka. "Jika menemukan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112," tandas Isnawa. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman bencana ini.



