Mengapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Mengapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit?

KOMPAS.com - Saat tubuh terserang penyakit, banyak orang mengalami gejala yang sama: makanan favorit yang biasanya menggugah selera tiba-tiba terasa tidak menarik. Bahkan, hanya membayangkan makanan saja bisa membuat mual. Kondisi ini sering terjadi baik saat mengalami flu, demam, maupun gangguan pencernaan.

Mekanisme Biologis di Balik Hilangnya Nafsu Makan

Ternyata, hilangnya nafsu makan saat sakit bukan sekadar perasaan atau sugesti. Ada mekanisme biologis yang memang membuat tubuh mengurangi keinginan untuk makan ketika sedang melawan infeksi. Tubuh mengalihkan energi untuk melawan penyakit.

Mode Pertempuran Tubuh

Menurut para ahli, ketika seseorang sakit, tubuh memasuki kondisi yang bisa disebut sebagai "mode pertempuran". Sistem kekebalan bekerja lebih keras untuk melawan virus, bakteri, atau parasit yang menyerang. Energi yang biasanya digunakan untuk mencerna makanan dialihkan untuk mendukung sistem imun. Hal ini menyebabkan nafsu makan menurun secara alami.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selain itu, pelepasan sitokin—protein yang diproduksi oleh sel imun—juga berkontribusi terhadap rasa mual dan kehilangan selera makan. Sitokin bekerja sebagai sinyal untuk otak bahwa tubuh sedang dalam keadaan darurat, sehingga aktivitas seperti makan dianggap kurang prioritas.

Dampak pada Pemulihan

Meskipun nafsu makan berkurang, tubuh tetap membutuhkan nutrisi untuk pemulihan. Oleh karena itu, penting untuk tetap mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna, seperti sup hangat atau bubur, agar energi tetap tersedia tanpa membebani sistem pencernaan.

Dengan memahami mekanisme ini, kita tidak perlu khawatir berlebihan ketika nafsu makan menurun saat sakit. Ini adalah respons alami tubuh yang membantu mempercepat proses penyembuhan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga