BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek Hingga 26 Februari 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jabodetabek yang berlaku hingga 26 Februari 2026. Dalam periode tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Status Waspada hingga Siaga di Berbagai Wilayah
Berdasarkan keterangan dari akun Instagram @infobmkg pada Minggu (22/2/2026), beberapa wilayah Jabodetabek masuk dalam level waspada hingga siaga. Pada hari Minggu (22/2/2026), daerah dengan status waspada meliputi:
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kabupaten Tangerang
- Jakarta Utara, Barat, Timur, dan Selatan
- Kepulauan Seribu
- Kabupaten dan Kota Bekasi
- Kota Bogor
Sementara itu, Kabupaten Bogor dan Kota Depok berada pada level siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Untuk tanggal 23 Februari 2026, hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sembilan wilayah, termasuk Kota Tangerang, Jakarta Timur, dan Kabupaten Bogor.
Perkembangan Hingga Akhir Periode
Pada tanggal 24 Februari 2026, wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat berkurang menjadi enam area, seperti Kota Tangerang dan Kabupaten Bogor. Kemudian, tanggal 25 Februari hanya tiga wilayah—Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor—yang masih dalam status waspada. Terakhir, pada 26 Februari 2026, hujan sedang hingga lebat diprediksi hanya terjadi di Kabupaten Bogor.
Imbauan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem. "Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi atau cuaca ekstrem," tulis BMKG dalam pernyataannya. Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, sering kali dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi.
Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk, memantau informasi terkini dari BMKG, dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi. Peringatan ini juga mengingatkan akan pentingnya menjaga lingkungan dan infrastruktur untuk mencegah dampak lebih lanjut dari bencana alam.