Viral Sarden Disebut Bukan Ultra-Processed Food, Ini Penjelasannya
Viral Sarden Bukan Ultra-Processed Food, Ini Penjelasannya

Belakangan ini, media sosial ramai dengan klaim bahwa sarden bukan termasuk ultra-processed food atau makanan ultra-proses. Pernyataan ini memicu perdebatan di kalangan warganet, terutama mereka yang peduli dengan pola makan sehat. Untuk meluruskan informasi, para ahli gizi memberikan penjelasan mendalam mengenai klasifikasi sarden dalam sistem pengolahan makanan.

Apa Itu Ultra-Processed Food?

Menurut sistem klasifikasi NOVA, makanan dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengolahannya. Ultra-processed food adalah kelompok keempat yang mencakup produk industri yang mengandung bahan-bahan seperti pengawet, pemanis buatan, dan perasa tambahan. Contohnya termasuk minuman bersoda, makanan ringan kemasan, dan sosis.

Posisi Sarden dalam Klasifikasi

Sarden kalengan umumnya masuk dalam kelompok 3 atau processed food, bukan ultra-proses. Proses pengalengan sarden melibatkan pembersihan, pemasakan, dan pengemasan dalam minyak atau saus. Meskipun ada tambahan garam atau minyak, sarden tidak mengandung bahan tambahan yang kompleks seperti pada ultra-proses.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penjelasan Ahli Gizi

Dr. Rita Ramayulis, ahli gizi dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa sarden kalengan masih dianggap sebagai makanan olahan yang baik karena kandungan protein dan asam lemak omega-3 yang tinggi. Namun, ia menyarankan untuk memilih sarden dengan kandungan garam rendah dan tanpa saus berlebihan.

“Sarden kalengan memang diproses, tetapi tidak melalui tahap ekstrusi atau penambahan bahan kimia yang ekstensif seperti pada ultra-processed food. Jadi, klaim bahwa sarden bukan ultra-proses bisa dibenarkan, asalkan kita membaca label dengan cermat,” ujarnya.

Tips Memilih Sarden

  • Pilih sarden dalam air atau minyak zaitun, bukan saus tomat atau cabai yang tinggi gula.
  • Periksa kadar natrium; pilih yang rendah garam.
  • Hindari sarden dengan bahan pengawet tambahan seperti natrium benzoat.

Kesimpulan

Viral klaim bahwa sarden bukan ultra-processed food memiliki dasar yang kuat. Sarden kalengan termasuk processed food yang sehat jika dikonsumsi dengan bijak. Namun, konsumen tetap harus waspada terhadap variasi produk yang mungkin mengandung bahan tambahan tidak sehat. Dengan pemahaman yang benar, sarden bisa menjadi bagian dari diet seimbang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga