Polemik Sarden Kaleng sebagai UPF
Belakangan ini, sarden kaleng menjadi sorotan setelah disebut-sebut sebagai ultra-processed food (UPF) yang berbahaya bagi kesehatan. Namun, benarkah demikian? Ahli gizi dari Universitas Indonesia, Dr. Rina Setiawati, memberikan penjelasan komprehensif mengenai hal ini.
Apa Itu UPF?
UPF atau ultra-processed food adalah makanan yang telah melalui proses industri berat, mengandung bahan tambahan seperti pengawet, pemanis buatan, pewarna, dan perasa. Contoh UPF antara lain minuman bersoda, camilan kemasan, dan sosis. Sarden kaleng termasuk dalam kategori ini karena melalui proses pengalengan yang melibatkan pemanasan suhu tinggi dan penambahan garam atau minyak.
Kandungan Sarden Kaleng
Menurut Dr. Rina, sarden kaleng sebenarnya kaya akan nutrisi seperti protein, asam lemak omega-3, kalsium, dan vitamin D. Namun, proses pengalengan dapat meningkatkan kadar natrium dan menurunkan kandungan vitamin tertentu. “Sarden kaleng tetap memiliki manfaat, tetapi perlu diperhatikan cara konsumsinya,” ujarnya.
Dampak Kesehatan
Konsumsi UPF secara berlebihan dikaitkan dengan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Namun, Dr. Rina menekankan bahwa sarden kaleng tidak sama dengan UPF lainnya seperti keripik atau minuman manis. “Sarden kaleng masih mengandung nutrisi alami yang baik. Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah wajar dan tidak setiap hari,” jelasnya.
Tips Konsumsi Sarden Kaleng
Berikut beberapa tips dari ahli untuk menikmati sarden kaleng dengan lebih sehat:
- Pilih sarden dalam air atau minyak zaitun, bukan dalam saus tomat atau minyak sayur yang tinggi gula dan lemak.
- Bilas sarden dengan air bersih untuk mengurangi kadar garam.
- Konsumsi bersama sayuran segar dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum.
- Batasi konsumsi maksimal 1-2 kali per minggu.
Kesimpulan
Sarden kaleng memang tergolong UPF, tetapi tidak serta-merta berbahaya. Dengan pemilihan produk yang tepat dan pola konsumsi yang bijak, sarden kaleng tetap bisa menjadi bagian dari diet sehat. Selalu konsultasikan dengan ahli gizi untuk kebutuhan spesifik Anda.



