Mikael Jasin: Susu Nabati Populer karena Intoleransi Laktosa dan Rasa Unik
Mikael Jasin: Susu Nabati untuk Intoleransi Laktosa

Susu nabati telah menjadi alternatif utama susu sapi di kalangan pencinta kopi, terutama bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi laktosa. Laktosa atau gula susu tidak ditemukan dalam susu nabati, sehingga dianggap lebih aman bagi individu dengan intoleransi laktosa.

Alasan Popularitas Susu Nabati

Juara World Barista Championship (WBC) 2024, Mikael Jasin, mengungkapkan bahwa tren penggunaan susu nabati awalnya didorong oleh kebutuhan akan alternatif bagi penderita intoleransi laktosa. "Sebenarnya awalnya orang-orang mulai mengganti susu sapi ke susu nabati memang karena kebutuhan laktosa intoleran gitu ya, apalagi kalau di negara-negara yang banyak penduduknya intoleransi laktosa," tutur Mikael Jasin.

Namun, di Indonesia dan Asia, faktor lain juga berperan. "Kalau di Indonesia dan di Asia sih sebenarnya itu memang karena beberapa ada yang lactose intolerant, tapi juga dipakai karena rasanya yang unik," tambah barista yang akrab disapa Miki tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keunikan Rasa Susu Nabati

Susu nabati, seperti susu almond, susu kedelai, atau susu oat, menawarkan profil rasa yang berbeda dari susu sapi. Hal ini memberikan variasi baru dalam dunia kopi, memungkinkan penikmat kopi untuk mengeksplorasi cita rasa yang lebih beragam. Menurut Miki, keunikan rasa ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama di kawasan Asia yang kaya akan tradisi kuliner.

Dengan demikian, susu nabati tidak hanya menjadi solusi bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa, tetapi juga menjadi pilihan gaya hidup bagi banyak orang yang ingin mencoba sesuatu yang baru dalam secangkir kopi mereka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga