BGN Siapkan Mekanisme Distribusi MBG di Daerah Rawan Konflik
BGN Siapkan Mekanisme Distribusi MBG di Daerah Konflik

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengumumkan langkah perbaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia bagian Timur. Dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026), ia menyatakan bahwa BGN tengah menyiapkan berbagai opsi pendistribusian MBG di daerah rawan konflik seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku.

Fokus pada Daerah Rawan Konflik

“Terkait Papua 1% dan lain-lain, dan semua, nggak hanya Papua, Papua, NTT, kemudian di Maluku, di mana-mana, ini semua ada petanya, kita mau perbaiki ke situ,” ujar Sudaryono. Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan prioritas karena kondisi gizi anak-anak di wilayah tersebut sangat membutuhkan perhatian. BGN telah memetakan daerah-daerah yang dianggap penting dan genting untuk segera diperbaiki.

“Kita mau perbaiki yang memang harus penting dan genting harus diperbaiki. Jadi ada masalah itu kan ada yang penting, genting, genting nggak penting, nggak penting tapi genting, ya nggak penting dan nggak genting. Jadi kita ini aja, kita klasifikasi dari sisi itu ya,” jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kolaborasi dengan TNI-Polri dan Fasilitas Umum

Untuk memastikan distribusi MBG berjalan di daerah rawan konflik, BGN akan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Selain itu, pemanfaatan gereja dan fasilitas umum lainnya akan menjadi opsi untuk menjangkau anak-anak di lokasi terpencil maupun berbahaya.

“Tadi yang Papua saya tambahkan, ini juga ada misalnya MBG atau makan bergizi bagi anak-anak di daerah rawan konflik, ini juga sedang kami pikirkan mekanismenya. Ada beberapa piloting yang sudah kita lakukan bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri menggunakan fasilitas gereja dan lain-lain,” ungkap Sudaryono.

Kebutuhan Gizi Anak di Wilayah Konflik

Sudaryono menekankan bahwa anak-anak Indonesia di seluruh wilayah, terutama yang berada di daerah rawan konflik, sangat memerlukan akses terhadap perbaikan gizi. Program MBG dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan melibatkan aparat keamanan guna mengatasi tantangan keamanan dan akses.

“Karena anak-anak di seluruh mana pun, ya Indonesia di mana pun, khususnya anak-anak yang memang membutuhkan daerah-daerah rawan, rawan konflik. Daerah-daerah yang jauh, itu juga harus mendapatkan akses perbaikan gizi yang memang mereka sangat membutuhkan itu,” tutupnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya BGN untuk memperluas cakupan MBG ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk wilayah yang selama ini sulit dijangkau akibat konflik atau infrastruktur yang terbatas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga