Dokter Kamelia Ungkap Mental Ammar Zoni Terganggu Jelang Dipindah ke Nusakambangan
Mental Ammar Zoni Terganggu Jelang Dipindah ke Nusakambangan

Dokter Kamelia Ungkap Kondisi Mental Ammar Zoni Jelang Pemindahan ke Nusakambangan

Dokter Kamelia, kekasih dari aktor Ammar Zoni, mengungkapkan bahwa kondisi mental pasangannya mengalami gangguan signifikan setelah mendengar kabar akan dipindahkan kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah. Menurut Kamelia, reaksi depresi yang dialami Ammar merupakan hal yang wajar dalam situasi tersebut.

Reaksi Emosional yang Mendalam

"Pasti lah, pasti. Waktu terakhir dikunjungi sama adiknya, pas dengar dia mau dipindahin ke Nusakambangan, mentalnya jatuh banget," kata Kamelia saat ditemui di area Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Senin, 9 Februari 2026. Pernyataan ini disampaikan dengan nada prihatin, menggambarkan betapa beratnya dampak psikologis yang dirasakan Ammar.

Kamelia menjelaskan lebih lanjut bahwa Ammar Zoni merasa seperti penjahat besar ketika menerima informasi tentang rencana pemindahan tersebut. Perasaan ini muncul meskipun status hukum dan proses peradilannya masih berlangsung, menunjukkan betapa stigma dan tekanan sosial turut memengaruhi kondisi mentalnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konteks Pemindahan dan Dampaknya

Pemindahan ke Lapas Nusakambangan, yang dikenal sebagai penjara berkeamanan tinggi, sering kali dikaitkan dengan narapidana yang terlibat dalam kasus-kasus berat. Hal ini diduga menjadi pemicu utama gangguan mental yang dialami Ammar Zoni. Kamelia menekankan bahwa dalam situasi seperti ini, dukungan psikologis dan perhatian dari keluarga sangat krusial untuk membantu menjaga kestabilan emosional.

Selain itu, Kamelia juga sempat membahas surat yang dikirim Ammar dari balik jeruji, yang mengungkapkan isi hati dan pikirannya selama menjalani masa tahanan. Surat tersebut menjadi bukti nyata dari pergolakan batin yang dialami oleh aktor tersebut.

Pentingnya Perhatian pada Kesehatan Mental di Lingkungan Hukum

Kasus ini menyoroti pentingnya aspek kesehatan mental dalam proses hukum dan penahanan. Banyak individu yang terlibat dalam sistem peradilan sering kali menghadapi tekanan psikologis yang berat, yang dapat memperburuk kondisi mereka jika tidak ditangani dengan tepat.

  • Dukungan dari keluarga dan kerabat dekat menjadi salah satu faktor penentu dalam menjaga kesehatan mental narapidana.
  • Perlu adanya pendekatan yang lebih manusiawi dalam menangani pemindahan atau proses hukum lainnya untuk mengurangi dampak negatif secara psikologis.
  • Kesadaran masyarakat tentang isu kesehatan mental di lingkungan penjara juga perlu ditingkatkan agar tidak terjadi stigmatisasi berlebihan.

Dengan mengungkap kondisi Ammar Zoni, Dokter Kamelia berharap agar pihak-pihak terkait dapat lebih memperhatikan aspek psikologis dalam menangani kasus-kasus serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga