Menkes: 414 Puskesmas di Sumatera Sudah Beroperasi Pasca Banjir, 2 Masih Rusak Berat
414 Puskesmas di Sumatera Beroperasi, 2 Rusak Berat

Menkes: 414 Puskesmas di Sumatera Sudah Beroperasi Pasca Banjir, 2 Masih Rusak Berat

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa sebanyak 414 puskesmas di wilayah Sumatera yang terdampak banjir kini telah beroperasi kembali. Namun, dua puskesmas di Aceh masih belum bisa berfungsi karena mengalami kerusakan berat pada bangunannya.

"Puskesmas ada 2 belum beroperasi karena hancur dan rusak berat," kata Budi dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Wilayah Sumatera di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Dua Puskesmas di Aceh Masih Rusak Berat

Dua puskesmas yang belum beroperasi tersebut adalah Puskesmas Lokop di Kabupaten Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Kabupaten Aceh Tenggara. Kondisi bangunan keduanya dinilai mengalami kerusakan parah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera.

Budi menjelaskan bahwa pada awal bencana, total 867 dari 1.265 puskesmas di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara berhenti beroperasi. Setelah pemerintah memulai revitalisasi pada 1 Desember, jumlah puskesmas yang belum beroperasi berkurang menjadi 152.

"Dari 1.265 Puskesmas di tiga provinsi yang terdampak, pada saat awal bencana 867 berhenti beroperasi. Dan begitu kita mulai revitalisasi 1 Desember, yang benar-benar tidak bisa beroperasi karena penuh lumpur, ada yang selutut, ada yang sebetis, ada yang sedada itu 152," jelasnya.

Distribusi Puskesmas yang Sudah Beroperasi

Dari 414 puskesmas yang telah berfungsi kembali, distribusinya adalah sebagai berikut:

  • 146 puskesmas tersebar di Aceh
  • 119 puskesmas di Sumatera Utara
  • 149 puskesmas di Sumatera Barat

Pemulihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera.

Atensi Khusus untuk 11 Daerah Pascabencana

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebutkan bahwa 52 kabupaten/kota di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh terdampak bencana. Saat ini, tersisa 11 daerah yang masih memerlukan atensi khusus pascabencana.

"Sebelas perlu atensi khusus," kata Tito dalam paparannya.

Pemerintah berupaya agar pengungsi tidak terlalu lama tinggal di tenda. Bantuan yang diberikan meliputi:

  1. Rumah rusak ringan: bantuan uang tunai Rp 15 juta
  2. Rumah rusak sedang: bantuan uang tunai Rp 30 juta
  3. Rumah rusak berat atau hilang: hunian sementara (huntara) atau tinggal di rumah keluarga/sewa dengan bantuan Rp 1,8 juta selama 3 bulan

Daftar 11 Kabupaten/Kota yang Perlu Atensi Khusus

Berikut adalah daftar 11 kabupaten/kota di Sumatera yang masih memerlukan perhatian khusus pascabencana:

  • Sumatera Barat: Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam
  • Sumatera Utara: Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah
  • Aceh: Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Bireun, Kabupaten Gayo Lues

Upaya pembersihan lumpur pascabencana juga telah membuka jalur distribusi untuk memfasilitasi pemulihan di wilayah-wilayah tersebut.