Ikan sapu-sapu yang sering dianggap hama ternyata memiliki kandungan protein tinggi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan syarat aman untuk mengonsumsinya. Penelitian menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu dapat menjadi sumber protein alternatif yang terjangkau.
Kandungan Protein Ikan Sapu-sapu
Berdasarkan penelitian BRIN, ikan sapu-sapu mengandung protein hingga 17 persen per 100 gram. Angka ini setara dengan beberapa jenis ikan konsumsi populer. Selain protein, ikan ini juga mengandung asam lemak omega-3 dan mineral penting.
Syarat Konsumsi Ikan Sapu-sapu
Peneliti BRIN menekankan beberapa syarat sebelum mengonsumsi ikan sapu-sapu. Pertama, ikan harus berasal dari perairan yang bersih dan tidak tercemar. Kedua, proses pembersihan harus dilakukan dengan benar untuk menghilangkan kotoran dan lendir. Ketiga, ikan harus dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri dan parasit.
Tips Mengolah Ikan Sapu-sapu
Untuk mengurangi bau lumpur, rendam ikan dalam air jeruk nipis atau cuka selama 15 menit sebelum diolah. Ikan sapu-sapu cocok digoreng, dibakar, atau dijadikan kerupuk. Hindari mengonsumsi ikan sapu-sapu mentah atau setengah matang.
Manfaat dan Risiko
Ikan sapu-sapu bermanfaat sebagai sumber protein murah, namun risiko kontaminasi tetap ada. BRIN merekomendasikan untuk memilih ikan dari budidaya atau perairan terkontrol. Penelitian lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan keamanan konsumsi jangka panjang.
Dengan syarat yang tepat, ikan sapu-sapu bisa menjadi alternatif pangan bergizi. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti panduan dari otoritas kesehatan.



