Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling populer di dunia. Selain harganya yang terjangkau, telur juga kaya akan nutrisi seperti protein, vitamin D, vitamin B12, kolin, serta berbagai mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh.
Manfaat Telur yang Tak Terbantahkan
Telur sering disebut sebagai makanan super karena kandungan gizinya yang lengkap. Protein dalam telur membantu pembentukan otot dan perbaikan jaringan. Vitamin D berperan dalam kesehatan tulang, sementara vitamin B12 penting untuk fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah. Kolin, nutrisi yang terkandung dalam kuning telur, mendukung fungsi otak dan metabolisme.
Efek Samping Konsumsi Telur Berlebihan
Meskipun dikenal sebagai makanan sehat, konsumsi telur secara berlebihan tetap bisa menimbulkan sejumlah efek samping bagi kesehatan. Mengutip dari NDTV Food pada (14/6/26), pembahasan mengenai batas aman konsumsi telur kembali menjadi sorotan setelah sejumlah ahli gizi menjelaskan bahwa manfaat telur tetap perlu diimbangi dengan pola makan yang seimbang.
Beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi telur berlebihan antara lain:
- Peningkatan kadar kolesterol – Telur mengandung kolesterol tinggi, terutama pada kuningnya. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat) dalam darah, yang berisiko terhadap penyakit jantung.
- Gangguan pencernaan – Bagi sebagian orang, makan terlalu banyak telur dapat menyebabkan kembung, gas, atau gangguan perut lainnya karena kandungan protein dan lemak yang tinggi.
- Alergi telur – Beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi seperti gatal-gatal, ruam, atau gangguan pernapasan jika mengonsumsi telur dalam jumlah besar.
- Masalah ginjal – Bagi penderita penyakit ginjal, asupan protein yang tinggi dari telur dapat membebani fungsi ginjal dan memperburuk kondisi.
Batas Aman Konsumsi Telur
Para ahli gizi merekomendasikan konsumsi telur sebanyak 1-2 butir per hari untuk orang dewasa sehat. Jumlah ini dianggap aman dan memberikan manfaat optimal tanpa risiko efek samping. Namun, bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, atau kolesterol tinggi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan porsi yang tepat.
Penting juga untuk memperhatikan cara pengolahan telur. Telur yang digoreng dengan minyak berlebihan atau disajikan dengan mentega dan keju dapat menambah kalori dan lemak jenuh. Sebaiknya konsumsi telur rebus, poached, atau dimasak dengan sedikit minyak untuk menjaga kesehatannya.
Kesimpulannya, telur adalah makanan bergizi yang aman dikonsumsi dalam jumlah wajar. Kuncinya adalah keseimbangan dan variasi dalam pola makan sehari-hari.



