Ahli Farmasi UGM Peringatkan Potensi Kekurangan Mikronutrien Selama Bulan Puasa
Perubahan signifikan dalam pola konsumsi makanan selama bulan suci Ramadhan berpotensi memengaruhi kecukupan asupan berbagai vitamin dan mineral penting dalam tubuh. Meskipun kebutuhan dasar vitamin secara umum tidak mengalami perubahan drastis, keterbatasan waktu makan yang hanya tersedia pada saat sahur dan berbuka puasa menciptakan tantangan tersendiri.
Waktu Makan Terbatas Pengaruhi Asupan Gizi
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., memberikan penjelasan mendetail mengenai fenomena ini. Menurutnya, periode puasa yang membatasi konsumsi makanan hanya dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari sering kali menyebabkan asupan beberapa mikronutrien menjadi tidak optimal.
"Pada dasarnya, kebutuhan vitamin tubuh selama berpuasa tidak banyak berubah," jelas Profesor Zullies dalam keterangan resminya pada Jumat, 6 Maret 2026. "Namun, perubahan pola makan yang hanya terkonsentrasi pada dua waktu utama, yaitu sahur dan berbuka, sering membuat asupan beberapa mikronutrien menjadi kurang optimal."
Mikronutrien yang Rentan Terganggu
Beberapa jenis vitamin dan mineral yang perlu mendapat perhatian khusus selama bulan Ramadhan antara lain:
- Vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dan B kompleks
- Mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan zinc
- Antioksidan yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh
Profesor Zullies menekankan bahwa meskipun kebutuhan vitamin tidak berubah secara signifikan, distribusi dan waktu konsumsi yang terbatas dapat memengaruhi penyerapan dan pemanfaatan nutrisi tersebut oleh tubuh.
Strategi Menjaga Keseimbangan Nutrisi
Untuk mengantisipasi potensi kekurangan mikronutrien selama berpuasa, beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Memperbanyak konsumsi makanan kaya nutrisi saat sahur dan berbuka
- Mengatur komposisi makanan dengan memperhatikan kelengkapan gizi
- Memastikan hidrasi yang cukup selama waktu berbuka hingga sahur
- Mempertimbangkan suplemen jika diperlukan dengan konsultasi ahli
Pemahaman yang baik tentang pengaturan pola makan selama Ramadhan menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan tubuh sekaligus menjalankan ibadah puasa dengan optimal. Perhatian terhadap asupan mikronutrien yang cukup akan membantu menjaga stamina dan vitalitas selama sebulan penuh berpuasa.
