Tokoh PBNU Resmikan Gedung Gus Dur di RSU Muslimat Ponorogo, Perkuat Layanan Kesehatan
Dalam acara yang meriah, tokoh-tokoh penting dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan pemerintah hadir untuk meresmikan Gedung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Ponorogo. Acara ini sekaligus menjadi perayaan Hari Lahir (Harlah) Ke-40 rumah sakit tersebut, menandai momen bersejarah dalam pengembangan layanan kesehatan di Jawa Timur.
Dihadiri Figur Nasional dan Lokal
Peresmian gedung ini dihadiri oleh Rais Aam PBNU, Miftachul Ahyar; Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul); serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Selain itu, beberapa tokoh lain turut hadir, seperti Mantan Menteri Pendidikan, Prof. Muhammad Nuh; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi; dan Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah terhadap inisiatif kesehatan ini.
Gus Ipul tiba di lokasi pada pukul 10.35 WIB, disambut dengan pertunjukan hadrah dan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Secara simbolis, Rais Aam, Gus Ipul, Khofifah, serta stakeholder terkain lainnya menekan tombol tanda diresmikannya Gedung Gus Dur. Setelah itu, Gus Ipul bersama rombongan meninjau langsung ruang rawat inap di lantai 5, termasuk ruang kelas 1, VIP, dan VVIP.
Tinjauan Langsung dan Pujian
Dalam keterangan tertulisnya, Gus Ipul menyatakan, "Bagus ini ruangannya, nyaman untuk pasien." Pernyataan ini mencerminkan kepuasan terhadap fasilitas baru yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pasien dalam menerima perawatan kesehatan.
Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat NU, menekankan bahwa pembangunan Gedung Gus Dur ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama dari berbagai pihak. Dia mengatakan, "Bahwa ternyata ikhtiar-ikhtiar ini, kalau kita bangun sinergi dan kolaborasi, insya Allah bisa." Hal ini menunjukkan pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan yang lebih baik.
Fokus pada Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa Gedung Gus Dur di RSU Muslimat Ponorogo akan memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Ponorogo, terutama untuk ibu dan anak. Dia menambahkan, "Ponorogo ini dulu terkenal layanan infertility, infertility itu adalah mereka-mereka yang sulit mendapatkan proses kehamilan, baik karena laki-laki maupun perempuan. Di Ponorogo ini menjadi episentrum, bagaimana infertility itu mendapat layanan." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen untuk menjadikan Ponorogo sebagai pusat layanan kesehatan reproduksi, khususnya dalam menangani masalah infertilitas.
Sejarah Penamaan Gedung
Penamaan Gedung Kiai Haji Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memiliki kaitan erat dengan sejarah. Pada tahun 1986, ketika RSU Muslimat masih berupa Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), peresmiannya dilakukan oleh Gus Dur selaku Ketua PBNU. Hal ini menambah nilai simbolis dan historis bagi gedung baru ini, menghubungkan masa lalu dengan kemajuan masa kini dalam layanan kesehatan.
Dengan peresmian ini, diharapkan Gedung Gus Dur dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di Ponorogo, khususnya bagi ibu, anak, dan mereka yang membutuhkan perawatan infertilitas.



