Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Kemenimipas) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan program pemeriksaan tuberkulosis (TBC) gratis bagi warga binaan pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Program ini dimulai dengan acara kick off nasional di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin, 29 Juni 2026.
Target Pemeriksaan 272.573 Warga Binaan
Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyatakan bahwa program ini menargetkan pemeriksaan terhadap 272.573 warga binaan dan 48.876 petugas pemasyarakatan di seluruh Indonesia. "Hari ini kita dapat berkumpul dalam kegiatan kick off nasional cek kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis bagi warga binaan pemasyarakatan yang dilaksanakan pada tahun 2026," ujar Agus saat acara di Lapas Nusakambangan.
Khusus di Lapas Nusakambangan, pemeriksaan akan menyasar 4.842 warga binaan dan 926 pegawai lapas. Kegiatan ini berlangsung sejak hari ini hingga akhir Desember 2026.
Dukungan terhadap Program Nasional Eliminasi TBC
Program ini merupakan kolaborasi Kemenimipas dengan Kemenkes untuk mendukung program hasil terbaik dan cepat Presiden Prabowo Subianto dalam deteksi dini penyakit dan penuntasan TBC, sejalan dengan target eliminasi TBC pada tahun 2030. Hal ini diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029.
Agus mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin atas dukungan berupa alat monitor pasien, mesin rekam jantung, peralatan infus pompa elektronik, dan peralatan medis lainnya. "Bantuan peralatan medis yang diberikan ini akan sangat berarti bagi kami di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Dimana saat ini kami sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan," ungkapnya.
Cakupan Pemeriksaan HIV dan Kesehatan Lainnya
Agus menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memeriksa TBC, melainkan juga mencakup pemeriksaan HIV secara komprehensif. "Selain menyasar kurang lebih 272.573 warga binaan pemasyarakatan sebagai penerima manfaat, program ini juga akan menjangkau sekitar 48.876 petugas pemasyarakatan di seluruh Indonesia," bebernya.
"Melalui langkah nyata ini kita membuktikan bahwa negara hadir untuk memastikan pelayanan dasar, khususnya hak untuk memperoleh kesehatan, terpenuhi secara merata tanpa terkecuali. Termasuk kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang menjalani masa pembinaan," tutur Agus.
Acara kick off juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Kedua menteri terlihat meninjau langsung proses pemeriksaan kesehatan terhadap warga binaan di Lapas Nusakambangan.



