KOMPAS.com - Masalah kesehatan yang dikenal dengan sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS) secara resmi berganti nama menjadi polyendocrine metabolic ovarian syndrome (PMOS). Perubahan nama ini dipublikasikan di jurnal The Lancet dan diumumkan dalam Kongres Endokrinologi Eropa di Praha, Ceko pada Selasa (12/5/2026).
Latar Belakang Perubahan Nama
Upaya mengganti nama PCOS menjadi PMOS merupakan hasil kerja sama antara perkumpulan internasional dan kelompok pasien di seluruh dunia. Inisiatif ini awalnya diprakarsai oleh ahli endokrinologi sekaligus Direktur Monash Centre for Health Research and Implementation di Melbourne, Australia, Helena Teede.
Alasan di Balik Perubahan
Perubahan nama ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi medis yang sebenarnya. Nama baru PMOS dianggap lebih mencerminkan aspek metabolik dan endokrin yang mendasari sindrom ini, tidak hanya terbatas pada ovarium.
- Nama baru diharapkan mengurangi stigma dan kesalahpahaman tentang kondisi ini.
- PMOS menekankan gangguan metabolik yang sering menyertai, seperti resistensi insulin dan risiko diabetes.
Dengan perubahan ini, diharapkan diagnosis dan penanganan pasien dapat lebih tepat sasaran. Para ahli juga berharap kesadaran masyarakat tentang PMOS semakin meningkat.



