Mensos Gus Ipul Ingatkan Jajaran Kerja Profesional dan Jauhi Korupsi
Mensos Ingatkan Jajaran Kerja Profesional dan Jauhi Korupsi

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengingatkan seluruh jajarannya untuk bekerja secara profesional dan menghindari praktik korupsi dalam menjalankan program kerja. Ia menegaskan akan melaporkan setiap indikasi rasuah kepada aparat penegak hukum tanpa ragu.

Peringatan di Pati

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat berdialog dengan orang tua dan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati di Sentra Margo Laras, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026).

"Kalau di jajaran Kementerian Sosial ada yang korupsi, saya dan Pak Wamen menjadi pihak pertama yang melaporkan," ujar Gus Ipul. Ia menambahkan, jika ada informasi mengenai korupsi, tim investigasi internal akan segera dibentuk. "Kalau terbukti, saya akan melaporkan ke Kejaksaan Agung, KPK, atau aparat penegak hukum lainnya," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Komitmen Antikorupsi

Gus Ipul menekankan bahwa setiap tindak korupsi, sekecil apapun, akan terungkap. Ia mengajak seluruh jajaran untuk tidak menyalahgunakan wewenang. "Setiap rupiah yang dikeluarkan negara harus dipertanggungjawabkan. Tidak mudah korupsi hari ini. Kalau masih ada yang nekat, tinggal tunggu waktu akan ketahuan," ucapnya.

Peringatan untuk Pendamping PKH

Mensos juga mengingatkan para pilar sosial, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), untuk bekerja sesuai aturan. "Jangan ada yang main-main. Tidak waktunya lagi otak-atik APBD atau APBN. Tidak waktunya korupsi atau mengambil hak orang lain," tegasnya.

Gus Ipul menyebut bahwa para pendamping PKH kini berstatus PPPK dan menjadi ujung tombak pengentasan kemiskinan. "Itu kehormatan luar biasa. Jangan dinodai dengan tindakan tidak semestinya. Akan rugi sendiri," ujarnya. Jika terbukti melanggar, sanksi tegas hingga pemberhentian kerja akan diberikan.

Harapan untuk Pati

"Saya tidak ingin ada pendamping PKH di Pati yang diberhentikan. Saya ingin mendengar kabar prestasi. Mari sukseskan program Pak Presiden agar kemiskinan turun dan Indonesia sejahtera," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Dirjen Rehsos Kemensos Supomo, Kepala Sentra Margo Laras Pati, dan Kepala SRMP 12 Pati Wulan Fitriyani.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga