Relawan SPPG Antusias Sambut Hari Pertama Operasional Kembali MBG di Jakarta
Relawan SPPG Antusias Sambut Hari Pertama MBG Kembali

Relawan SPPG Antusias Sambut Hari Pertama Operasional Kembali MBG di Jakarta

Hari pertama kembali beroperasinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) disambut dengan antusiasme tinggi oleh relawan dan petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setelah hampir dua pekan libur Lebaran, dapur MBG di Jakarta kembali hidup dengan aktivitas yang penuh semangat dan kebersamaan, menandai dimulainya kembali distribusi makanan bergizi untuk masyarakat.

Kebersamaan dan Semangat Baru di Dapur MBG

Sejak dini hari, para relawan telah mulai beraktivitas dengan penuh energi, mulai dari menyiapkan bahan-bahan segar, memasak hidangan bergizi, hingga melakukan pemorsian makanan untuk didistribusikan. Suasana dapur yang sempat sepi selama liburan kini kembali ramai, diwarnai oleh canda tawa dan kerja sama tim yang solid, menciptakan lingkungan kerja yang hangat dan produktif.

Chef Gunadi, salah satu anggota tim Pengolahan di SPPG Harapan Mulia I, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengaku sangat senang dapat kembali beraktivitas di dapur MBG. Ia menyebut bahwa bekerja di sini tidak hanya menghadirkan rutinitas harian, tetapi juga membawa kebersamaan dan semangat baru dalam hidupnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Senang sih, karena ada kegiatan. Kalau libur di rumah cuma diam saja, jadi bosan. Di sini ada aktivitas, badan juga bergerak. Memang hari pertama masih terbawa suasana libur, tapi biasanya dua atau tiga hari sudah kembali normal," ujarnya saat ditemui di lokasi pada Selasa (31/3).

Makna Lebih dari Sekadar Aktivitas Harian

Chef Gunadi juga mengungkapkan bahwa yang paling dirindukan selama masa libur adalah aktivitas bersama tim. "Kegiatan seperti ini, Pak. Kegiatan untuk adik-adik sekolah. Kalau di rumah hanya diam saja, jadi bosan. Yang paling dikangenin itu kumpul sama teman-teman sambil kerja," tambahnya. Menurutnya, suasana kerja yang hangat dan penuh dukungan menjadi salah satu faktor utama yang memotivasi dirinya dan rekan-rekan untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas.

"Yang pertama karena banyak teman, bisa bercanda dan ngobrol. Selain itu juga terbantu dari sisi penghasilan. Teman-teman yang sebelumnya menganggur juga jadi terbantu karena bisa bekerja di MBG ini," jelasnya. Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam atas program MBG yang dinilai memberikan manfaat luas, tidak hanya untuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi para relawan dapur.

"Terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo karena sudah membuat program MBG. Kami merasa terbantu," tuturnya dengan penuh haru.

Suara Ompreng dan Semangat Kerja yang Menular

Hal senada disampaikan oleh Sutini, relawan di divisi pemorsian. Ia mengaku merindukan suasana dapur selama masa libur, termasuk aktivitas sederhana yang justru menjadi penyemangat dalam kesehariannya. "Senang sih, Bang. Setelah libur bisa kerja lagi. Soalnya kangen sama suara ompreng," katanya dengan senyuman.

Menurut Sutini, kembali bekerja justru menambah semangat setelah masa libur yang panjang. "Bisa kumpul sama teman-teman lagi, terus asik dengan kegiatan seperti ini. Suara ompreng juga seru, jadi lebih semangat," lanjutnya. Bagi Sutini, keterlibatannya dalam program MBG memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar aktivitas harian biasa.

"Karena anak-anak bisa dapat makan bergizi lagi. Senang saja melihat anak-anak bisa menerima MBG kembali," ujarnya. "Enakan kerja. Kalau di rumah bete. Kalau kerja, selain bikin anak-anak senang, kita juga jadi semangat," tutup Sutini dengan penuh keyakinan.

Program MBG ini tidak hanya sekadar menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membangun komunitas yang solid di antara para relawan, menciptakan dampak sosial yang positif bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga