Pemprov Jateng Fokuskan Perhatian pada Penanganan Stunting dan Tuberkulosis
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus memberikan perhatian serius pada sektor kesehatan masyarakat. Fokus utama saat ini adalah penanganan dua masalah kesehatan yang masih menjadi tantangan besar, yaitu stunting dan tuberkulosis (TBC).
Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Capai 595 Desa
Sebagai upaya konkret, Pemprov Jawa Tengah mengoptimalkan pelayanan kesehatan melalui Program Dokter Spesialis Keliling atau yang dikenal sebagai Speling. Program ini dirancang untuk menjangkau wilayah-wilayah pedesaan yang seringkali kesulitan mengakses layanan kesehatan spesialis.
"Program Speling kita sangat dirasakan oleh masyarakat. Untuk TBC kita butuh alat yang mobilitasnya bisa mencapai desa, saat ini masih kurang," ujar Ahmad Luthfi dalam keterangannya pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Hingga saat ini, Program Speling telah berhasil menjangkau 595 desa yang tersebar di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Total penerima manfaat dari program ini mencapai 64.278 jiwa, menunjukkan dampak yang signifikan dalam meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat.
Integrasi Skrining TBC dalam Program Speling
Dalam pengembangannya, program Speling tidak hanya fokus pada penanganan stunting, tetapi juga terintegrasi dengan skrining tuberkulosis. Proses skrining ini dilakukan menggunakan alat portable pemeriksaan tuberkulosis yang memungkinkan pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi.
"Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga menyinggung terkait skrining (pelacakan) penderita TBC di Jawa Tengah yang juga diintegrasikan dengan program Speling," jelasnya.
Namun, Gubernur mengakui bahwa ketersediaan alat portable tersebut masih terbatas dan perlu diperbanyak agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah pedesaan di Jawa Tengah.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pelayanan Kesehatan Optimal
Untuk memperkuat pelayanan kesehatan, Pemprov Jawa Tengah membangun kolaborasi yang komprehensif melibatkan berbagai pihak:
- Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota
- Rumah sakit milik pemerintah dan swasta
- Perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik
Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam penanganan masalah kesehatan di Jawa Tengah.
Dukungan dan Apresiasi dari Pemerintah Pusat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa stunting dan tuberkulosis merupakan permasalahan mendasar bidang kesehatan di Indonesia.
"Jadi ini permasalahan kita bersama dan memerlukan penanganan yang sangat cepat. Presiden sudah perintahkan kepada kabinet untuk percepatan," tegas Pratikno.
Menurutnya, penanganan masalah kesehatan seperti stunting dan tuberkulosis memerlukan peran sentral dari Ahli Kesehatan Masyarakat (AKM) yang pendekatannya tidak hanya klinis, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, gaya hidup, kesehatan hewan, dan kesehatan alam.
Tantangan Penyakit Menular dan Zoonosis
Pratikno juga menyoroti kerawanan penyakit menular (zoonosis) yang dapat berpindah dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Beberapa contoh yang disebutkan antara lain:
- Rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kasus yang masih tinggi
- Penyakit lain yang dipicu oleh hewan seperti malaria dan demam berdarah
Dalam konteks ini, peran ahli kesehatan masyarakat menjadi sangat krusial untuk melakukan pendekatan yang holistik dan komprehensif.
Sinergi Program sebagai Kunci Keberhasilan
Menteri Pratikno mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah dalam mensinergikan berbagai program di lapangan. "Gubernur Jateng ini luar biasa aktif dalam urusan ini, mensinergikan berbagai macam program di lapangan, dengan mengajak kampus dan para ahli kesehatan masyarakat untuk bersama-sama menangani," tuturnya.
Sinergi lintas sektoral ini dianggap sangat penting dalam penanganan masalah kesehatan, sebagaimana yang telah dilakukan Ahmad Luthfi dengan program Speling dan program penanganan kemiskinan di Jawa Tengah.
Pernyataan ini disampaikan Ahmad Luthfi usai menghadiri pembukaan Forum Ilmiah Tahunan dan Mukernas Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Kehadiran Menteri PMK Pratikno dalam acara tersebut semakin menguatkan komitmen pemerintah dalam penanganan masalah kesehatan prioritas di Indonesia.