Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus mengingatkan Ade Armando agar tidak terlalu jauh ikut campur urusan internal partai setelah resmi mundur sebagai kader. Alih-alih berkomentar soal PSI, Bestari menyarankan Ade Armando untuk berkaca dan melakukan introspeksi diri.
PSI Tegaskan Tak Akan Terlibat Kasus Hukum Ade
Bestari menegaskan bahwa PSI tidak akan terlibat dalam kasus hukum yang kini menjerat Ade Armando atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian terkait Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). Menurutnya, Ade sudah terlalu jauh ketika berbicara dalam siniar bahwa ada pihak di internal PSI yang sejak lama menginginkannya keluar dari partai.
"Ada baiknya saudara Ade Armando introspeksi diri dan menata diri sendiri dan tidak turut campur mengurusi institusi PSI dari sini dan ke depan," kata Bestari saat dihubungi, merespons pernyataan Ade dalam wawancara di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking pada Senin (11/5).
Ade Dinilai Tak Kompeten Urusi Internal Partai
Bestari menilai Ade Armando sudah terlalu jauh masuk ke ruang yang bukan kewenangannya dan tidak kompeten. Sejak Kongres terakhir di Solo, Ade tidak pernah terlibat dalam kepengurusan pusat partai. Bestari juga menegaskan bahwa Ade hanya kader biasa yang kebetulan pernah maju sebagai calon anggota legislatif dari PSI.
"Untuk diketahui masyarakat umum juga bahwa Armando tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan PSI pasca kongres Solo. Sekedar anggota biasa yang kebetulan pernah diberi kesempatan untuk jadi Caleg PSI," ujarnya.
Ade Armando Blak-blakan soal Tekanan Internal
Sebelumnya, Ade Armando blak-blakan dalam siniar di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking mengenai alasan pengunduran dirinya dari partai, menyusul kasus hukum atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian. Ia mengungkap bahwa sejak lama ada pihak di internal PSI yang mendesak agar dirinya dikeluarkan.
Ade menyebut ada pihak yang menilai keberadaannya di PSI mengganggu rebranding partai yang dipimpin oleh putra bungsu Presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep. Ia mengaku belum memahami sepenuhnya maksud citra baru PSI tersebut.
"Kalau Anda bilang ada enggak tekanan gitu ya. Sebetulnya, saya udah dengar suara-suara di dalam PSI yang mengatakan bahwa saya harus diberhentikan, dikeluarkan," ujar Ade.



