BGN Lakukan Sidak Langsung ke Dapur MBG Milik Pria Viral Joget 'Cuan Rp 6 Juta'
Badan Gizi Nasional (BGN) telah melaksanakan inspeksi mendadak atau sidak terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimiliki oleh pria yang viral karena joget 'cuan Rp 6 juta'. Sidak ini dipimpin oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen Doni Dewantoro, dan terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.
Momen Sidak Terekam di Media Sosial
Dalam video yang dilihat pada Rabu (25/3/2026), terlihat Brigjen Doni Dewantoro, yang mengenakan seragam putih dengan pin logo BGN, sedang berbincang dengan pria viral tersebut di dalam ruangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka tampak berada di dalam dapur MBG, dengan Brigjen Doni mengamati kondisi sekitar ruangan.
Brigjen Doni menyampaikan beberapa kekhawatiran mengenai tata letak dan kebersihan dapur tersebut. "Seharusnya, Mas, tempat, nih susah juga. Kita mau lewat mana, kan susah nih, Mas, ya kan?" ujarnya, menunjuk pada akses yang terbatas di area tersebut.
Instruksi Perbaikan dari BGN
Setelah mendengarkan penjelasan dari pria pemilik SPPG mengenai keadaan dapurnya, Brigjen Doni memberikan sejumlah instruksi untuk pembenahan. "Ini, Mas, begini, Mas, yang ini, ini dikasih pintu saja. Ini bisa dijadikan tempat untuk gudang. It's OK. Seharusnya nggak boleh, Mas, seharusnya itu dari ompreng itu ke tempat packing. Ini melewati tempat loading area, ini kan loading area ini, Mas, kotor tempatnya. Jelas, ya. Ini pintu ya kita fungsikan aja, Mas," jelasnya.
Pria pemilik SPPG tersebut terlihat mendengarkan dengan seksama dan merespons dengan patuh. "Siap, Mas, mau ditutup siap, Pak," katanya, menunjukkan kesediaannya untuk mengikuti arahan dari BGN.
Latar Belakang Pria Viral dan Insentif Rp 6 Juta
Sebelumnya, pria yang viral ini, bernama Hendrik, telah menjelaskan asal-usul insentif Rp 6 juta yang ia terima. Dalam unggahan di media sosial, ia menegaskan bahwa insentif tersebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto dan bukan diambil dari jatah anak-anak yang menerima makanan bergizi.
Hendrik mengungkapkan bahwa ia telah mengeluarkan modal pribadi sebesar Rp 3,5 miliar untuk membangun SPPG di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Dapur ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi dan dibangun tanpa menggunakan dana pemerintah.
Ia menambahkan bahwa meskipun menerima Rp 6 juta per hari, ia belum balik modal. "Jujur saja, kami belum balik modal sampai sekarang. Lalu uang itu, bukan Rp 6 juta dikali 30 hari, tapi dikalikan 24 hari," katanya, menjelaskan bahwa insentif tersebut tidak diterima setiap hari selama sebulan penuh.
Hendrik menekankan bahwa pemerintah berkolaborasi dengan mitra dalam program ini, dan uang yang diterimanya hanya sebagai pengganti biaya selama program berjalan. "Nah, dari pemerintah berkolaborasi dengan mitra, uang itu hanya pengganti selama program berjalan. Bukan cuma-cuma, tapi saya mengeluarkan modal Rp 3,5 M untuk ikut program bapak Prabowo ini," ujarnya.
Sidak ini menunjukkan komitmen BGN dalam memastikan kualitas dan standar operasional dapur MBG, sekaligus mengklarifikasi isu-isu yang beredar di masyarakat terkait program pemenuhan gizi ini.



