BGN Buka Suara Soal Aduan MBG yang Telat Direspons di Layanan SAGI 127
Badan Gizi Nasional (BGN) telah meluncurkan layanan pengaduan bernama Sahabat Gizi 127 (SAGI 127) untuk menampung keluhan masyarakat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Layanan ini dirancang agar setiap masalah distribusi atau kualitas makanan dapat diperbaiki secara sistematis dan cepat.
Mekanisme Pengaduan dan Janji Tindak Lanjut
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa aduan dapat disampaikan melalui telepon, WhatsApp, atau email, dengan layanan yang tersedia 24 jam. "Kami sudah memiliki laporan pengaduan yang disebut dengan Sahabat Gizi 127 dan itu 24 jam dilayani. Baik melalui telepon, WA, maupun email. Dan pasti ditindaklanjuti," ujar Dadan dalam pertemuan dengan Kejaksaan Agung di Jakarta, Selasa (17/3).
Namun, Dadan mengakui bahwa terdapat kendala dalam sistem ini, termasuk aduan yang terlambat direspons. Ia menegaskan bahwa kecepatan penanganan sangat bergantung pada kompleksitas masalah yang dilaporkan di lapangan. "Ya tergantung masalahnya. Harusnya dalam waktu singkat sudah bisa (ditangani)," tambahnya.
SOP Ketat dan Komitmen Transparansi
Untuk memastikan keluhan ditangani dengan baik, BGN telah menyusun prosedur standar operasional (SOP) yang ketat. SOP ini mencakup alur penyelesaian yang jelas, mulai dari verifikasi hingga aksi perbaikan oleh tim teknis. Dadan menyebutkan bahwa BGN berkomitmen untuk lebih transparan dalam membagikan informasi mengenai cara kerja sistem pengaduan ini kepada publik.
"Karena saya ada punya flow chart-nya, bagaimana prosedur pengaduan dan tanggapannya," ungkapnya. Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami tahapan yang sedang berjalan saat mereka melayangkan protes atau masukan.
Ajakan untuk Masyarakat dan Tujuan Program
Dadan mendorong masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap ketidaksesuaian atau pelanggaran dalam program MBG melalui Sahabat Gizi 127. Tujuannya adalah memastikan program makan bergizi gratis ini benar-benar bermanfaat bagi semua penerima, termasuk siswa dari PAUD hingga SLTA serta ibu hamil dan menyusui di kota Depok.
Dengan adanya layanan ini, BGN berharap dapat meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas program MBG, sehingga distribusi paket makanan bergizi dari Dapur Kebayunan ke 39 sekolah dan kelompok rentan lainnya berjalan lancar.
