Badan Gizi Nasional Tegaskan Informasi Seleksi PPPK 2026 adalah Hoaks
Badan Gizi Nasional atau BGN telah secara resmi membantah narasi yang beredar di media sosial mengenai pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Tahun Anggaran 2026. Informasi yang menyebutkan adanya proses rekrutmen tersebut ternyata tidak benar dan termasuk dalam kategori berita palsu.
Penyebaran Narasi Palsu di Platform Digital
Narasi hoaks ini pertama kali muncul dan dibagikan melalui akun Facebook serta akun TikTok pada bulan Maret 2026. Konten tersebut memuat klaim bahwa BGN sedang membuka pendaftaran seleksi PPPK dengan menyertakan tautan yang dikatakan sebagai portal resmi untuk mendaftar. Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, terbukti bahwa seluruh informasi tersebut adalah tidak akurat dan menyesatkan publik.
Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa mereka tidak sedang mengadakan seleksi PPPK untuk tahun 2026. Pernyataan ini sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan selalu memverifikasi kebenaran informasi sebelum mempercayai atau membagikannya lebih lanjut. Maraknya penyebaran berita hoaks semacam ini dapat menimbulkan kebingungan dan kerugian bagi banyak pihak, terutama bagi para pencari kerja yang mungkin tertarik dengan lowongan tersebut.
Langkah Verifikasi oleh Tim Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com telah melakukan investigasi terhadap narasi yang beredar dengan cara menghubungi pihak berwenang di Badan Gizi Nasional. Hasilnya, tidak ada agenda atau rencana resmi dari BGN terkait pembukaan seleksi PPPK pada tahun anggaran 2026. Selain itu, tautan yang disebarkan dalam narasi hoaks tersebut juga tidak terhubung dengan situs web atau platform resmi milik pemerintah.
Masyarakat diimbau untuk selalu mengandalkan sumber informasi yang terpercaya, seperti situs resmi instansi pemerintah atau media massa yang kredibel. Dengan demikian, risiko tertipu oleh berita palsu dapat diminimalisir. Badan Gizi Nasional berharap agar insiden ini tidak terulang kembali dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama memerangi penyebaran disinformasi di ruang digital.
