Dinkes DKI Ungkap 93 Persen Warga Jakarta Kurang Aktivitas Fisik
93 Persen Warga Jakarta Kurang Aktivitas Fisik

Dinkes DKI Ungkap 93 Persen Warga Jakarta Kurang Aktivitas Fisik

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaporkan temuan mengejutkan bahwa 93 persen warga Jakarta kurang melakukan aktivitas fisik. Data ini diperoleh dari hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, mencakup pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap penduduk ibu kota.

Temuan Utama Cek Kesehatan Gratis

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa dari seluruh peserta CKG, kelompok risiko penyakit kardiovaskular menjadi temuan terbanyak. "Dari hasil pemeriksaan, temuan terbanyak berasal dari kelompok risiko penyakit kardiovaskular, terutama obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik yang mencapai 93 persen," ujar Ani saat dihubungi pada Senin, 16 Februari 2026.

Selain masalah aktivitas fisik, data CKG juga mengungkap kondisi kesehatan lainnya yang mengkhawatirkan:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • 74 persen peserta mengalami ketidaknormalan kadar lemak dalam darah (dislipidemia)
  • 51 persen warga memiliki masalah kesehatan gigi
  • Risiko obesitas sentral yang tinggi di kalangan penduduk Jakarta

Tindak Lanjut dan Program Promotif

Merespons temuan ini, Dinkes DKI Jakarta segera memperkuat program promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Langkah konkret yang diambil meliputi:

  1. Memperluas edukasi tentang perilaku hidup sehat melalui berbagai media dan kanal komunikasi
  2. Memperbanyak skrining faktor risiko penyakit tidak menular melalui program CKG yang lebih masif
  3. Bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik dan pola makan seimbang

Dinkes DKI juga menggandeng berbagai stakeholder untuk bersama-sama menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih baik di ibu kota, termasuk penyediaan fasilitas olahraga dan ruang terbuka hijau yang memadai.

CKG sebagai Upaya Deteksi Dini

Cek Kesehatan Gratis merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk deteksi dini dan pencegahan penyakit. Melalui CKG, warga dapat melakukan skrining terhadap berbagai kondisi kesehatan, termasuk:

  • Diabetes dan penyakit jantung
  • Risiko penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB)
  • Pengukuran tinggi dan berat badan untuk mendeteksi obesitas
  • Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah
  • Pengecekan kesehatan gigi dasar

Meskipun pemeriksaan gigi dalam CKG hanya bersifat pengecekan tanpa tindakan medis seperti penambalan atau pencabutan, jika ditemukan potensi penyakit, akan ada tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing pasien dengan rekomendasi jalur pengobatan yang diperlukan.

Jangkauan dan Target Nasional

Di Jakarta, layanan CKG tersedia di 44 puskesmas yang tersebar di enam wilayah kota. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 4.202.586 orang telah mengikuti CKG, atau setara dengan 37,5 persen dari total penduduk sasaran program ini di ibu kota.

Untuk periode Januari hingga 11 Februari 2026, sudah ada 146.727 orang yang melakukan CKG, dengan angka ini diproyeksikan akan terus bertambah hingga akhir tahun. Secara nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan 130 juta warga mengikuti program CKG pada 2026, meningkat signifikan dari target tahun 2025 yang hanya 70 juta orang.

Data ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong gaya hidup sehat dan deteksi dini penyakit, terutama di tengah tingginya risiko kesehatan yang dihadapi masyarakat perkotaan seperti Jakarta.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga