Membawa tumbler atau botol minum kini menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan, terutama dengan tersedianya stasiun isi ulang air minum gratis di berbagai fasilitas publik. Namun, di balik kepraktisannya, banyak orang yang jarang mencuci botol minum dengan frekuensi yang benar.
Frekuensi Mencuci yang Disarankan
Direktur Kitchen Lab dari Good Housekeeping Institute (GHI), Nicole Papantoniou, membagikan fakta penting mengenai seberapa sering kita seharusnya membersihkan wadah hidrasi harian ini. Menurutnya, botol minum sebaiknya dicuci setiap hari untuk mencegah pertumbuhan bakteri. "Jika Anda menggunakan botol minum setiap hari, cucilah setidaknya sekali sehari dengan sabun dan air panas," ujar Papantoniou.
Bahaya Jarang Mencuci Tumbler
Jarang mencuci tumbler dapat menyebabkan penumpukan bakteri dan jamur, yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan atau infeksi. Mulut botol dan bagian dalam tutup merupakan area yang paling rentan menjadi sarang kuman. Penelitian menunjukkan bahwa botol minum yang tidak dicuci secara teratur dapat mengandung bakteri seperti E. coli dan Staphylococcus aureus.
Cara Membersihkan yang Tepat
Papantoniou merekomendasikan untuk mencuci botol minum menggunakan sabun cuci piring dan sikat botol khusus agar seluruh bagian, termasuk sudut-sudut sulit, terjangkau. Setelah dicuci, bilas dengan air bersih dan keringkan secara terbalik. Untuk botol berbahan stainless steel atau kaca, hindari penggunaan pemutih karena dapat merusak permukaan. Sedangkan untuk botol plastik, perhatikan tanda tahan panas agar tidak melengkung saat dicuci dengan air panas.
Tips Tambahan
Jika botol minum memiliki sedotan, pastikan sedotan juga dicuci secara terpisah. Hindari meninggalkan air atau minuman di dalam botol terlalu lama, terutama jika mengandung gula, karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri. Dengan menjaga kebersihan tumbler secara rutin, Anda tidak hanya melindungi kesehatan tetapi juga memperpanjang umur pakai botol minum kesayangan Anda.



