Faktor Penyebab Bau Badan Berbeda pada Setiap Orang
Bau badan atau bau keringat ternyata bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang aromanya cenderung asam, mirip kambing, bawang busuk, bahkan keju. Dokter spesialis penyakit dalam dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, dr Bramantya Wicaksana SpPD, mengatakan perbedaan aroma tubuh itu dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetik, jenis kelamin, makanan, hingga bakteri yang hidup di kulit.
“Banyak sekali yang memengaruhi, misal genetik, jenis kelamin, jenis makanan, jenis bakteri, sampai dengan jenis makanan yang dikonsumsi,” kata Bramantya kepada Kompas.com, Senin (18/5/2026). Menurut dia, keringat sebenarnya hampir tidak memiliki bau. Aroma tidak sedap muncul ketika keringat bercampur dengan mikrobiota atau bakteri yang hidup di permukaan kulit.
Peran Genetik dan Jenis Kelamin
Faktor genetik memengaruhi komposisi keringat dan jenis bakteri yang dominan pada kulit. Jenis kelamin juga berpengaruh karena pria dan wanita memiliki kelenjar keringat yang berbeda. Pria cenderung memiliki kelenjar apokrin yang lebih aktif, menghasilkan keringat lebih kental yang mudah diurai bakteri.
Pengaruh Makanan dan Bakteri
Makanan seperti bawang, durian, atau rempah-rempah dapat mengubah aroma keringat. Bakteri di kulit, seperti Staphylococcus dan Corynebacterium, memetabolisme senyawa dalam keringat menjadi asam lemak dan amonia yang menyebabkan bau tidak sedap.
Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola kebersihan tubuh dan memilih produk perawatan yang sesuai.



