Restoran Shanghai Jual Orak-Arik Telur Tomat Rp 1,3 Juta, Warganet Heboh
Restoran Shanghai Jual Orak-Arik Telur Tomat Rp 1,3 Juta

Hidangan orak-arik telur dan tomat yang selama ini dikenal sebagai makanan rumahan paling populer, sederhana, dan terjangkau di China mendadak menjadi perbincangan hangat. Sebuah restoran di Shanghai menjual menu legendaris ini dengan harga fantastis yang memicu perdebatan sengit di media sosial.

Harga Selangit untuk Hidangan Sederhana

Restoran bernama Jinlong Dabianlu yang terletak di Distrik Hongkou, pusat kota Shanghai, meluncurkan menu khusus orak-arik telur tomat dengan harga 520 yuan atau setara 75 dollar AS (sekitar Rp 1,3 juta). Harga tersebut dinilai puluhan kali lipat lebih mahal dibandingkan hidangan serupa yang dijual di rumah makan lain pada umumnya.

Menu tersebut langsung menjadi viral di platform media sosial China seperti Weibo. Banyak warganet yang mengkritik harga yang dianggap tidak masuk akal untuk hidangan yang bahan-bahannya sangat murah dan mudah didapat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Reaksi Warganet dan Pihak Restoran

Beberapa warganet mempertanyakan apakah harga tersebut sebanding dengan kualitas atau cita rasa yang ditawarkan. Ada yang berspekulasi bahwa harga mahal mungkin karena penggunaan bahan premium atau teknik memasak khusus, namun belum ada konfirmasi resmi dari pihak restoran.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Jinlong Dabianlu belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi harga menu orak-arik telur tomat tersebut. Namun, fenomena ini menunjukkan bagaimana makanan sederhana sekalipun bisa menjadi sorotan publik ketika diberi label harga yang ekstrem.

Fenomena Makanan Mahal di China

Kasus ini bukan pertama kalinya di China. Sebelumnya, beberapa restoran juga pernah menuai kritik karena menjual makanan tradisional dengan harga tinggi. Hal ini kerap memicu perdebatan tentang nilai kuliner, strategi pemasaran, dan batas kewajaran harga di industri makanan.

Terlepas dari pro dan kontra, orak-arik telur tomat seharga Rp 1,3 juta ini berhasil menarik perhatian publik dan menjadi topik hangat di media sosial. Apakah ini sekadar gimmick pemasaran atau memang ada nilai lebih yang ditawarkan, waktu yang akan menjawab.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga