Sebuah foto yang memperlihatkan presenter Ruben Onsu tengah terbaring di ranjang rumah sakit beredar luas di media sosial pada Juli 2026. Foto tersebut diklaim sebagai kondisi terbaru Ruben Onsu yang sedang menjalani perawatan intensif. Namun, setelah dilakukan penelusuran fakta oleh tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut dipastikan tidak benar.
Foto Hoaks Berusia Lama
Foto yang beredar sebenarnya adalah foto lama yang sudah pernah muncul pada tahun 2024. Saat itu, Ruben Onsu memang sempat menjalani perawatan karena kelelahan, namun foto yang digunakan dalam unggahan terbaru adalah foto yang sama persis dengan yang beredar dua tahun lalu. Tidak ada indikasi bahwa foto tersebut diambil pada Juli 2026.
Menurut penelusuran, foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun gosip pada Maret 2024 dan telah dibantah oleh pihak keluarga Ruben Onsu. "Itu foto lama, Mas Ruben sudah sehat dan beraktivitas normal. Mohon jangan menyebarkan informasi yang tidak benar," ujar perwakilan manajemen Ruben Onsu saat dikonfirmasi pada 2024.
Konfirmasi dari Pihak Terkait
Untuk memastikan kebenaran informasi, tim Cek Fakta menghubungi manajemen Ruben Onsu pada 23 Juli 2026. Pihak manajemen dengan tegas membantah bahwa Ruben Onsu sedang dirawat di rumah sakit. "Hoaks itu kembali beredar. Ruben dalam keadaan sehat dan sedang menjalani syuting acara televisi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya," jelas manajemen Ruben Onsu dalam keterangan resmi.
Selain itu, tidak ada pemberitaan dari media terpercaya yang mengonfirmasi Ruben Onsu dirawat di rumah sakit pada Juli 2026. Semua informasi yang beredar hanya berasal dari akun-akun media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dampak Penyebaran Hoaks
Penyebaran foto hoaks ini dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan di kalangan penggemar Ruben Onsu. Banyak netizen yang merasa khawatir dan mendoakan kesembuhan Ruben, padahal sebenarnya dia dalam kondisi baik-baik saja. Hoaks semacam ini juga merugikan pihak Ruben Onsu karena dapat mengganggu aktivitas profesionalnya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, terutama yang bersifat sensitif seperti kondisi kesehatan publik figur. Jangan langsung menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya dari sumber resmi atau melakukan penelusuran fakta.



